Ramaikan Bioskop Tanah Air, Film 'Bid’ah Cinta' Potret Toleransi Internal Agama

gomuslim.co.id- Film religi kembali hadir meramaikan bioskop Tanah Air bulan ini. Sebuah karya terbaru dari Nurman Hakim dan Ben Shohib berjudul Bid’ah Cinta ini mulai tayang serentak tanggal 16 Maret 2017. Film yang diproduksi Kaninga Pictures itu berawal dari bahan diskusi keduanya tentang fenomena hangat di Indonesia.

Film yang menampilkan Dimas Aditya berperan sebagai Kamal dan Ayushita berperan sebagai Khalida ini menggelar Movie Talk Show di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel, Surabaya, Selasa (14/03/2017). Hadir dalam acara tersebut sejumlah kru Film Bid’ah Cinta dan Wakil Gubernur Jatim, H Syaifullah Yusuf (Gus Ipul).

Dalam sambutannya, Gus Ipul mengatakan bahwa tidak setiap film bisa menjadi representasi kondisi sebuah negara. Namun, hadirnya sebuah karya film bisa menjadi inspirasi dan sekaligus cermin dalam kehidupan. Karena itu, masyarakat diminta bijaksana dalam menyaksikan setiap tayangan film.

"Contohnya, kita tidak bisa menilai Amerika Serikat dari film Rambo. Kalau Rambo representasi Amerika pasti menang terus Amerika. Begitu pula film-film India yang banyak menampilkan adegan menyanyi dan tari-tarian. Kan nggak seperti itu kondisi masyarakat India, nyanyi dan nari terus," tuturnya.

Gus Ipul berharap film Bid’ah Cinta bisa menambah warna perfilman Indonesia, khususnya dalam membidik isu-isu yang sedang berkembang di masyarakat. “Perbedaan itu indah, apalagi bila bisa disatukan oleh cinta cinta antar sesama," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Sutradara Film, Nurman mengatakan bahwa film ini memotret perbedaan pandangan dalam Islam. Film tersebut menggambarkan bagaimana perbedaan seharusnya dikelola agar kehidupan berlangsung penuh toleransi, berdampingan dengan damai, seperti warna pada pelangi yang berbeda-beda yang membuatnya menjadi indah.

“Film Bid’ah Cinta menjadi penting ditonton karena film ini mendorong suatu perubahan untuk civil society yang baik,” paparnya.

Penulis skenario Bid’ah Cinta, Ben Shohib menuturkan film itu membidik dua kelompok Islam dalam masyarakat, yaitu mereka yang puritan dan tradisional. “Lewat film ini kami harap keduanya bisa duduk berdampingan meski berbeda sudut pandang. Kami mencoba memberikan yang terbaik buat masyarakat kita,” kata dia.

Saat thriller film Bid’ah Cinta beredar di masyarakat, baik Nurman maupun Ben Shohib mengaku dapat tekanan dari banyak pihak. “Ada yang menuding kami bikin film aliran sesat. Tapi, kami bisa meluruhkan semua tekanan itu. Intinya adalah kami tak bisa seragamkan semua yang ada di kepala manusia,” tutur Ben yang sudah merilis sejumlah karya novel dan cerita pendek.

Produser film Jalan Dakwah Pesantren, Hamzah Sahal mengungkapkan salah satu nilai penting yang dikemukakan dalam film ini adalah toleransi internal agama. “Dengan menyajikan peristiwa keagamaan sehari-hari di lingkungan kita, peristiwa keagamaan sehari-hari yang sedang actual, Film ini sangat "Islam", karena sineasnya, Nurman Hakim, Ben Shohib, besar di tengah lingkungan Islam, persisnya pesantren. Tonton di bioskop, mulai Kamis, 16 Maret,” katanya.

Sementara itu, Ayushita mengatakan bahwa film ini tidak berisi propaganda dan provokasi namun sebaliknya, yaitu menekankan toleransi antar umat beragama. "Film ini sudah ditulis sejak tahun 2015 dan syuting pada tahun 2016. Jadi sama sekali tidak ada terkait dengan isu yang saat ini berkembang," katanya.

Dalam film ini ia berperan sebagai Khalida yakni seorang wanita yang jatuh cinta kepada Kamal yang diperankan oleh Dimas Aditya. Namun, hubungan mereka terbentur dengan restu keluarga masing-masing lantaran punya pandangan berbeda soal praktik-praktik keislaman seperti hal perayaan Maulid Nabi hingga tentang tahlilan.

Ia juga menambahkan, dialog yang digunakan dalam film tersebut merupakan dialog sehari-hari. Tapi jika terjadi salah pengucapan, nada dan informasi maka akan berbeda kesannya. Sehingga antar pemain saling mengingatkan. (njs/dbs)

 


Back to Top