Kenalkan Islam kepada Warga Kanada, Fotografer Ini Potret Hijabers Berprestasi dalam Pameran 'The Sisters Project'

gomuslim.co.id- Saat ini wanita berhijab mampu memecahkan stereotipe tentang pandangan negatif. Mereka berprestasi dan berkarya di bidang masing-masing. Beberapa desainer busana Muslim pun turut berinovasi, bahkan brand sekelas Nike turut menyediakan koleksi hijab khusus untuk memenuhi kebutuhan Muslimah.

Fotografer asal Toronto Alia Youssef, berusaha untuk meningkatkan citra Muslim. Salah satunya dengan membuat proyek foto dengan mengabadikan beberapa hijabers inspiratif dari Kanada. 

Dia menamai proyek dengan The Sisters Project karyanya menampilkan rangkaian potret wanita Muslim dari berbagai bidang profesi. Ia ingin menunjukkan wanita Muslim termasuk yang berhijab bisa sukses mengikuti minatnya masing-masing.

"Media cenderung 'melukis' wanita Muslim hanya dengan satu sapuan kuas, mereka menyamaratakan semua wanita Muslim. Itu seperti 'memukulku'. Aku ingin membuat sebuah proyek yang menggambarkan keragaman wanita muslim," ungkap Alia, seperti yang dilansir dari publikasi BuzzFeed. 

Ini merupakan proyek yang ia buat berkaitan dengan tugas kuliah semester akhir Ryerson University, Toronto, Kanada. Ia ingin lulus dengan gelar fotografinya. Ia pun mengambil gambar 25 wanita muslim di tempat bermakna bagi mereka.

Keduapuluh wanita tersebut juga memiliki cerita kehidupan berbeda-beda yang menginspirasi. Salah satunya datang dari wanita berhijab bernama Abeer yang merupakan seorang pekerja sosial sekaligus ibu tiga anak. Alia mengatakan kalau Abeer merupakan wanita yang sangat ramah.

"Abeer suka traveling dan membaca, terutama jika tempat itu tenang seperti taman atau pantai. Ketika aku bertemu Abeer pertamakali, dia memberikan saya cokelat Hershey dan senyum yang lebar," tutur Alia.

Ia memotret Abeer yang berpakaian monokrom saat sedang tersenyum ke arah kamera. Keffiyeh hitam-putih yang dikenakan di atas pundak tampak harmonis dengan penampilannya.

Kemudian ia bertemu dengan Mehnaz. Wanita 21 tahun ini adalah calon peneliti. Mehnaz mengatakan kepada Alia kalau dirinya sering dianggap minoritas. Terkadang beberapa orang berpikir kalau ia cukup mewakili banyak wanita Muslim yang eksis di bidang science.

"Saya percaya bahwa saya dianggap minoritas. Kadang saya pikir orang melihat saya sebagai tanda representasi dari wanita muslim. Saya ingin dianggap mampu, cerdas, dan percaya diri. Saya juga berharap suatu hari bisa dianggap sebagai role model yang berperan baik dalam masyarakat," tandas Mehnaz.

Ada pula hijabers yang berprofesi sebagai guru seperti Evangelene. Wanita Kanada berusia 33 tahun itu bercerita kepada Alia kalau ia bekerja sebagai guru. Ia mengatakan murid-muridnya berasal dari berbagai latar belakang agama dan budaya. Ia merasa bangga akan hal itu karena tetap dihormati walau berhijab.

"Saya ingin orang-orang melihat bahwa wanita Muslim memiliki peran penting dalam profesional dan tanggung jawab di masyarakat. Kami tidak diam dan tertutup. Saya mengajar siswa dewasa dari berbagai latar belakang agama, budaya, etnis yang berbeda. Agama saya tidak mengisolasi saya," ujarnya.

Selain hijabers, beberapa wanita Muslim dari berbagai bidang masuk ke dalam proyek tersebut. Meski ini hanya bagian dari tesis Alia namun ia berencana menjadikan proyek fotonya agar berlanjut. Menurutnya, setelah kemenangan Trump, proyek seperti ini yang dapat meningkatkan citra Islam.

"Kini politik sangat mendorong orang lain untuk menunjukkan kebencian mereka seperti cara yang wajar. Melalui projek ini saya berharap dapat mengingatkan Anda bahwa wanita Muslim sama seperti wanita lain. Satu-satunya yang membuat kita berbeda adalah cara kita berdoa kepada Tuhan," tukas Alia. (nat/dbs)


Back to Top