Kuota Haji 2017 Bertambah, Tim Katering Jemaah Indonesia Bekerja Lebih Ekstra

gomuslim.co.id- Seiring bertambahnya kuota haji Indonesia, tantangan yang dihadapi tim katering haji 2017 dinilai semakin berat pula. Kuota normal Indonesia adalah 211 ribu jamaah. Angka ini bahkan bertambah seiring adanya tambahan kuota untuk Indonesia sebesar 10 ribu orang.

Ketua Tim Katering, Arsyad Hidayat mengatakan tantangan lainnya yakni terkait adanya tambahan makan bagi jamaah haji selama di Makkah sebanyak dua kali.

"Kalau pada tahun 2016, jamaah mendapat 24 kali makan di Makkah, tahun ini menjadi 26 kali," ungkap Arsyad, Rabu (15/03/2017).

Kemudian jamaah selama di Makkah juga akan mendapat makanan ringan untuk sarapan pagi berupa cup cake atau croissant tanpa adanya tambahan biaya. "Dengan begitu, jemaah di Makkah akan mendapat sarapan di samping makan siang dan malam," ujarnya.

Lebih lanjut, Arsyad mengatakan tim katering juga harus mengevaluasi menu-menu yang cepat rusak pada penyelenggaraan haji tahun lalu karena kondisi panas, misalnya menu sayuran bamia atau okra dan udang kering. Menu-menu yang seperti ini harus diganti dengan menu baru yang lebih tahan dan tidak mudah rusak.

"Tim juga harus memastikan kemampuan perusahaan untuk menyediakan makanan dengan cita rasa Indonesia, termasuk menambah tenaga distribusi katering yang bisa berbahasa Indonesia,"  paparnya.

Rencananya tim juga akan mencari alternatif menu lain yang asli Indonesia, seperti tahu dan tempe. Kementerian Agama telah menerbitkan Peraturan Menteri Agama (PMA) No 9 Tahun 2016 tentang Penyediaan Barang/Jasa dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji di Arab Saudi. PMA ini mengatur bahwa penyediaan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia terdiri dari konsumsi di Madinah, Jeddah, Makkah, serta Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina).

Tim katering sendiri telah tiba di Arab Saudi sejak tanggal 8 Maret dan akan bertugas selama 60 hari untuk menyeleksi perusahaan penyedia katering, baik di Madinah, Jeddah, Makkah, dan Armina.

Sementara itu proses penyediaan katering bagi calon jemaah haji Indonesia di Arab Saudi sudah mulai berjalan. Sejak tanggal 13 Maret 2017, tim katering sudah mulai menerima berkas penawaran.

"Penyerahan berkas penawaran berlangsung dari 13 hingga 19 Maret. Sampai dengan hari ini, sudah ada 13 perusahaan yang menyerahkan penawaran," ujar Arsyad.

Berdasarkan data penawaran perusahaan yang masuk, tim katering rencananya akan mulai melakukan peninjauan ke lapangan pada 18 Maret 2017. Namun demikian, peninjauan lapangan hanya dilakukan ke dapur-dapur katering yang lolos seleksi berkas administrasi.

"Kita akan merekrut dapur-dapur yang berprestasi pada musim haji tahun lalu dengan sistem repeat order. Teknisnya, dapur-dapur tersebut akan mendapat nilai tambah berdasarkan kinerja yang mereka lakukan pada tahum sebelumnya," tambahnya.

Kendati demikian, tim katering juga tetap akan membuka peluang bagi dapur-dapur baru yang dinilai memiliki kemampuan dan kualifikasi yang dipersyaratkan. (nat/kemenag/dbs)

 

Komentar

  • Bpak Nawawi Ahmad

    16 Maret 2017

    saran

    Alhamdulillah. moga aja jadi lebih baik ya.... Baarokallah semuanyaaa... aamiin Ya Allah Ya Mujibaassa iilin...


    Reply






















Tulis Komentar

Kode Acak

*Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top