Solusi untuk Cegah Penyakit Tidak Menular, Dompet Dhuafa Bentuk Pos Pembinaan Terpadu di 12 Kota

gomuslim.co.id- Berkaitan dengan peningkatan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit tidak menular, lembaga filantropi nasional, Dompet Dhuafa (DD) membuat program khusus untuk solusi tersebut. Apalagi sebelumnya, DD juga telah menandatangani Nota Kesepahaman bersama Kementerian Kesehatan pada 27 Februari 2017 dalam upaya edukasi dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan.

Sebagai salah satu tindak lanjut dari Nota Kesepahaman tersebut adalah dilakukannya Pelatihan Fasilitator Posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu PTM). Pelatihan tersebut merupakan kerja sama antara Dompet Dhuafa dan Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan.

Pelatihan ini diikuti oleh Para Pengelola Program Kesehatan Kawasan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 12 LKC Dompet Dhuafa dari Aceh hingga Papua. Setelah pelatihan, para fasilitator ini akan kembali ke daerah masing-masing untuk membentuk Posbindu PTM di 50 Pos Sehat LKC Dompet Dhuafa seluruh Indonesia.

Direktur Utama Dompet Dhuafa drg. Imam Rulyawan, MARS, Kamis (16/3) dalam rilisnya mengatakan pos sehat LKC Dompet Dhuafa telah terbentuk di 50 Wilayah se-Indonesia, berbasis masyarakat, sebagai upaya membumikan ZISWAF melalui pendayagunaan dana masyarakat dan mitra, untuk mendekatkan akses promosi kesehatan di masyarakat.

 “Setiap Tahun Pos Sehat akan di tambah jumlahnya dan dikembangkan dengan pendekatan Pos Sehat Bindu PTM melalui kerjasama kemitraan pihak terkait dan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Posbindu PTM menjadi bentuk peran serta masyarakat dalam upaya promotif dan preventif untuk mendeteksi dan pengendalian dini keberadaan faktor resiko penyakit tidak menular secara terpadu.

“Hal ini sejalan dengan upaya strategis Dompet Dhuafa dalam hal pelayanan, pembelaan dan pemberdayaan kesehatan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Imam.

Ia menambahkan, pendekatan program kesehatan Dompet Dhuafa tidak berhenti dalam tataran layanan kuratif, tetapi lebih terpadu dengan layanan promotif preventif melalui usaha peningkatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat untuk peduli terhadap kesehatannya.

Lebih lanjut, Imam mengatakan  Pos Sehat Bindu PTM Dompet Dhuafa ini diharapkan menjadi pusat aktivitas masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dan deteksi dini faktor resiko PTM serta menguatkan sinergitas semua pihak untuk mereplikasi nilai kemanusiaan membantu sesame dalam wujud pemberdayaan kesehatan.

Pada kesempatan tersebut Direktur P2PTM Kemenkes dr.Lily Sriwahyuni Sulistyowati, MM juga meresmikan Pos Sehat LKC Dompet Dhuafa menjadi “Pos Sehat Bindu PTM Dompet Dhuafa”. Peresmian ini mengundang para perwakilan Pos Sehat di wilayah Jabodetabek dan perwakilan LKC seluruh Indonesia, dan ditandai dengan penyerahan Alat Pemeriksaan Faktor Resiko PTM dari Kementerian Kesehatan.

“Peresmian dan penyerahan alat tersebut sebagai wujud dukungan kami dalam upaya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)”menjadikan perilaku CERDIK; yaitu Cek Kesehatan secara berkala, Enyahkan Asap Rokok, Rajin Aktivitas Fisik, Diet sehat dengan gizi seimbang, Istirahat cukup dan kelola stress; sebagai budaya baru masyarakat untuk hidup sehat,” paparnya.

Pos Sehat Bindu PTM ini juga jadi kelanjutan dari Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa. LKC sudah tersebar ke 12 kota seperti Aceh, Palembang, Kupang, Rorotan, Sukabumi, Purwakarta, Makassar, Ciputat, Yogya, Jayapura, Bekasi Kota dan Kabupaten.

Untuk diketahui, Dompet Dhuafa adalah lembaga nirlaba milik masyarakat indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah, Wakaf, serta dana lainnya yang halal dan legal, dari perorangan, kelompok, perusahaan/lembaga). Kelahirannya berawal dari empati kolektif komunitas jurnalis yang banyak berinteraksi dengan masyarakat miskin, sekaligus kerap jumpa dengan kaum kaya. Digagaslah manajemen galang kebersamaan dengan siapapun yang peduli kepada nasib dhuafa.

Berdasarkan Undang-undang RI Nomor 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan zakat, DD merupakan institusi pengelola zakat yang dibentuk oleh masyarakat. Tanggal 8 Oktober 2001, Menteri Agama Republik Indonesia mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 439 Tahun 2001 tentang PENGUKUHAN DOMPET DHUAFA REPUBLIKA sebagai Lembaga Amil Zakat tingkat nasional. (fau/dd)


Back to Top