Dubes Arab Saudi Kembali Beri Beasiswa kepada Santri Asal Papua

gomuslim.co.id- Pendidikan merupakan hal penting dalam keberlangsungan dakwah Islam. Salah satu dukungan besar dalam dunia pendidikan adalah dengan tersedianya beasiswa. Baru-baru ini, Duta Besar Arab Saudi Syeikh Osamah bin Muhammad Al Shuibi kembali memberi beasiswa kepada 60 Santri Ponpes Nuu Waar, Yayasan Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) guna belajar Bahasa Arab di Lembaga Pendidikan Indonesia-Arab (LIPIA).

Pemberian beasiswa ini dilakukan setelah 63 Santri AFKN asal Nuu Waar (Papua) mendapat beasiswa belajar Bahasa Arab di LIPIA Jakarta dan Aceh. Rencana penambahan beasiswa untuk 60 santri AFKN tersebut disampaikan langsung Syeikh Osamah saat menerima kunjungan Presiden AFKN Ustaz Fadhlan Garamatan, di Rumah Dinasnya di Jl. Teuku Umar, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Menurut Syeikh Osamah, berkaitan dengan akan dibukanya beberapa sekolah LIPIA di kota Surabaya, Medan, dan Makassar, maka pemerintah Arab Saudi memberi fasilitas kemudahan berupa beasiswa kepada santri Muslim asal Nuu Waar. Masing-masing sekolah LIPIA di ketiga kota tersebut, kata Syeikh Osamah, akan menerima 20 santri dari AFKN.

“Bahasa Arab adalah bahasa Alquran, sehingga sangat penting calon-calon da'i asal Papua yang dibina Syeikh Fadhlan Garamatan di AFKN, agar menguasai bahasa Arab untuk meningkatkan kualitas dakwahnya di Papua di kemudian hari,” jelasnya.

Sementara itu, Ustaz Fadhlan Garamatan tak menyangka menerima informasi yang menjadi kejutan bagi lembaganya itu. Pasalnya, kehadirannya mengunjungi Syeikh Osamah, hanya ingin menemani santrinya untuk memyerahkan foto kenang-kenangan saat Dubes Arab Saudi itu berkunjung ke Ponpes Nuu Waar pada 26 Februari 2017 lalu. "Syeikh Osamah adalah Dubes Arab Saudi terbaik yang pernah saya kenal. Karena beliau sangat memperhatikan perkembangan dakwah Islam di Nuu Waar," sanjungnya.

Syeikh Osamah sendiri menilai Ustaz Fadhlan dan lembaga AFKN-nya adalah aset berharga dari Papua untuk dakwah Islam di Indonedia Timur. "Syeikh Fadhlan, he is asset Indonesia from Papua," katanya.

Mantan atase militer Arab Saudi ini pun berencana akan meminta Ustaz Fadhlan bermukim di Arab Saudi selama tiga bulan guna mendalami bahasa Arab. "Insya Allah akan dimulai pada September tahun ini," jelas ustaz Fadhlan.

Akhir bulan lalu, Syeikh Osamah bin Muhammed Al-Shuibi mengunjungi Pesantren Nuu Waar, Setu, Bekasi, Jawa Barat. Kehadirnnya disambut suka-cita keluarga besar pesantren termasuk Presiden AFKN, Ustaz Fadhlan Gharamatan.

Dia mengatakan bahwa Dubes sangat perhatian terhadap perkembangan dakwah di Nuu Waar. “Belum pernah kita melihat ada duta besar yang bersikap seperti Syeikh Osamah, dimana anak-anak Nuu Waar diberdayakan dengan bahasa Arab,” ujarnya.

Karena itu, Ustaz berharap para santri dapat memanfaatkan kesempatan yang diberikan Kedutaan Besar guna memperdalam ilmu seluas-luasnya. Dengan demikian, ketika kembali ke masyarakat dapat menularkan ilmu mereka. Pada akhirnya, NKRI akan mendapatkan cahaya dari dakwah anak-anak Nuu Waar. (njs/dbs)

 


Back to Top