Begini Kiprah BNI Syariah untuk Dukung Implementasi Penguatan Zakat Nasional

gomuslim.co.id- Salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap penguatan ekonomi nasional mulai dirancang, antara lain melalui instrumen zakat sebagai pilar ekonomi untuk mengentaskan kemiskinan kaum dhuafa. Hal ini didasari dengan adanya Instruksi Presiden yang menginginkan adanya sinergi pengelolaan zakat dari seluruh stakeholders, sehingga kedepannya zakat dapat mengatasi adanya ketimpangan ekonomi di Indonesia.

Berdasarkan data BAZNAS, potensi zakat di Indonesia mencapai Rp 217 Triliun dimana nilai ini jika dikelola secara maksimal hampir setara dengan 10% APBN. Hal inilah yang menginisiatif BAZNAS dalam World Forum Zakat (WZF) menggelar konferensi internasional “3 rd WZF 2017” di Hotel Sari Pan Pasific Jakarta, pada 15 sampai 16 Maret 2017.

Konferensi ini bertujuan untuk meningkatkan penguatan zakat dunia dengan sistem pengelolaan zakat yang ada di negara masing-masing. Dalam acara ini hadir pula perwakilan lembaga zakat negara-negara Islam dari 15 negara di antaranya Amerika, Inggris, Malaysia, Arab Saudi dan Indonesia serta lembaga-lembaga zakat di Indonesia, serta seluruh pelaku industri syariah termasuk BNI Syariah.

BNI Syariah menyambut positif acara ini karena sejalan dengan konsep Hasanah Lifestyle, yakni gaya hidup yang mengimplementasikan nilai-nilai Hasanah di semua aktivitas keseharian salah satunya dengan menjadikan zakat sebagai bagian pengelolaan keuangan agara harta menjadi lebih bersih.

Selain itu,  pengoptimalan customer based dan variasi produk dana serta pembiayaan yang ditawarkan bank syariah menjadi salah satu sarana untuk mensinergikan pengelolaan zakat di perbankan syariah. Dukungan platform digital banking bank syariah menjadi salah satu solusi bagi masyarakat untuk memberikan fasilitas kemudahan bertransaksi zakat menggunakan smartphone atau gadget di manapun dan  kapanpun, yang didukung fitur pembayaran zakat di electronic banking (e-banking) seperti sms banking, mobile banking, internet banking dan ATM.

Sedangkan, untuk nasabah korporasi, pendebetan zakat menggunakan sistem payroll dapat diterapkan di seluruh karyawan institusi BUMN, Pemerintahan dan Swasta sehingga pendapatan yang diterima telah bersih.

Pada kesempatan ini, hadir pula Direktur Utama BNI Syariah, Imam T Saptono sebagai salah satu panelis, dalam materinya Imam menyampaikan pentingnya sinergi penguatan zakat nasional yang menjalankan perannya sebagai maqasid syariah melalui Hasanah Banking dengan mengkampanyekan program zakat sebagai gaya hidup Hasanah yang didukung dengan kemudahan akses digital perbankan syariah.

“BNI Syariah sebagai lembaga keuangan yang notaben berbasis bisnis syariah mendukung program zakat untuk penguatan ekonomi nasional karena kami menyadari bahwa kemandirian ekonomi dapat dibentuk dengan adanya sinergi masyarakat melalui program zakat,” ujar Imam.

Kendati demikian, salah satu langkah yang dilakukan BNI Syariah saat ini adalah penginformasian kepada nasabah berupa sms reminder bagi mereka yang berkewajiban menunaikan zakatnya sehingga diharapkan nasabah dapat menyetorkan zakatnya melalui e-banking tanpa perlu harus datang ke bank untuk menyetorkan zakatnya. (nat)


Back to Top