Kajian Rutin Keluarga Islami: Manfaatkan Sosial Media Sebagai Sarana Dakwah Keluarga Sakinah

gomuslim.co.id- Perkembangan teknologi yang sangat pesat merupakan sebuah keniscayaan. Era digital dengan hadirnya media sosial kini menjadi tren bagi semua kalangan. Hal ini pun berpengaruh terhadap gaya hidup manusia. Dunia maya menjadi peluang sekaligus tantangan khususnya bagi keluarga muslim dalam membina rumah tangga.

Demikian salah satu kutipan dalam Kajian Rutin Keluarga Islami (KARUGAMI) di Aula Mabrur  Annisa Travel, Jakarta Selatan, Ahad siang (19/03/2017). Kajian yang mengusung tema ‘Suami-Istri di Era Social Media’ ini diselenggarakan oleh Hijab Motion bekerja sama dengan Annisa Travel dan gomuslim.

Seperti biasa, kajian ini menghadirkan Ustadz Asep Supriyatna atau lebih dikenal dengan Ustadz Asep Fakhri sebagai narasumber utama. Sedangkan sharing special, hadir Founder Majelis Tausiyah Cinta, Kang Sandi bersama isteri, Siti Jaribah Luthfi Nursaadah.

Dalam pemaparannya, Kang Sandi mengatakan sosial media (sosmed) dengan perkembangan pesatnya tidak dapat dihindari oleh siapa pun. Menurutnya, dunia maya dengan beragam sosmed yang ada dapat menjadi wasilah kebaikan sekaligus media dalam berdakwah.

“Sosial media kini sudah menjadi kebutuhan primer yang hampir tidak dapat tergantikan, khususnya bagi kalangan muda. Kita tidak bisa menghindari ataupun mencegahnya, tetapi kita seharusnya aktif memanfaatkannya. Potensi sosmed yang begitu besar dapat menjadi wadah untuk berinvestasi, khususnya dalam syiar Islam,” paparnya.

Lebih lanjut, pendiri Cinta Dakwah Indonesia ini menuturkan dengan aktif di sosial media, siapa pun dapat melakukan perubahan. Salah satu hal yang paling penting adalah dengan membuat atau menyebarkan konten-konten positif dan menarik yang mengangkat fakta-fakta tentang Islam kepada masyarakat luas.

“Ada banyak konten yang bisa kita buat di media sosial. Tentu yang menjadi kebutuhan muslmi pada umumnya, misalnya membuat tulisan tentang tokoh ilmuwan muslim penemu pesawat terbang, yang ahli kedokteran, atau penemu optik yang kini manfaatnya dirasakan oleh masyarkat banyak,” tambahnya.

Media sosial, kata Kang Sandi, akan berdampak buruk jika tidak dimanfaatkan untuk mem  berikan edukasi. “Sosmed ini multifungsi, justru bahaya kalau kita tinggalkan. Karena saat ini lebih banyak konten-konten negatif yang merusak daripada konten positif yang mendidik. Untuk itu, mari kita gunakan sosmed untuk manfaat yang lebih,” jelasnya.

Sementara itu, Ustadz Asep menilai bahwa sosmed dapat menjadi sarana mencari ilmu, nafkah, silaturrahim dan dakwah. Meski demikian, setiap muslim tetap harus bijak dan hati-hati dalam menggunakan sosmed agar tidak terjerumus pada fitnah yang sangat berbahaya.

“Memang banyak peluang yang bisa dimanfaatkan dari media sosial, tapi kalau tidak hati-hati maka syetan akan lebih gampang menjerumuskan manusia pada kemasiatan. Sangat penting untuk menyaring sebelum sharing, berpikir pada kemanfaatan sebelum memberikan komentar,” ungkapnya.

Ustadz Asep menjelaskan pemahaman pada standard perbuatan yang sesuai dengan hukum syara menjadi modal pertama yang harus dimiliki sebelum aktif di sosmed. Misalnya saat berinteraksi dengan lawan jenis yang bukan mahram, lebih baik tidak perlu chating jika tidak ada keperluan penting demi menjaga kehormatan.

“Kita tidak boleh abai dan lalai terhadap sosmed. Buatlah konten yang isinya tidak melanggar aturan. Lalu bersikaplah proporsional, jangan sampai karena sosial media kita mengabaikan orang-orang terdekat. Padahal, memaksimalkan kualitas pertemuan lebih baik daripada chating di sosmed,” katanya.

Selain itu, Ustadz Asep juga mengingatkan bahwa semua yang dilakukan manusia pasti akan dihisab termasuk dengan penggunaan sosmed. “Berita hoax paling banyak muncul dari sosial media, pandai-pandailah merawat kebaikan-kebaikan agar tidak terputus. Jangan sampai karena sosmed ini yang orang yang dekat seolah menjadi jauh,” imbuhnya. (njs) 


Back to Top