Permudah Turis Muslim, Aplikasi Halal Local Segera Rilis di Google Play Store

gomuslim.co.id- Setelah berhasil memenangkan Juara China-UK HiStar Competition pada November 2016 lalu, dua startup asal Indonesia, Halal Local dan projek Monicca kini mulai menyiapkan target selanjutnya. Nurma Larasati dan Muhammad Senoyodha Brennaf yang telah merintis Halal Local saat ini sedang sibuk menyiapkan bentuk aplikasinya di Smartphone.

Rencananya, Halal Local, akan menjajaki tahap baru yaitu dalam waktu satu sampai dua minggu kedepan aplikasinya akan bisa diunduh dari Google Play Store. Menurut Nurma, penggarapan aplikasi tersebut saat ini masih dalam tahap pengembangan dan pematangan sebelum resmi diluncurkan.

Gadis yang sedang menempuh pendidikan S2 di University of Leicester, Inggris, pada jurusan Software Engineering for Financial Services tersebut memaparkan Halal Local melalui induk perusahaannya yang juga didirikan Nurma, bernama Astrajingga. Sebagai hadiah dari ajang kejuaraan sebelumnya, Halal Local dan projek Monicca (proyek start-up lain milik Astrajingga) mengikuti kegiatan startup roadshow trip di Tiongkok akhir 2016 lalu.

Aplikasi Halal Local sendiri, kata Nurma, adalah sebuah aplikasi marketplace dimana turis Muslim bisa mencari daftar restoran halal, tempat ibadah, akomodasi, dan pemandu wisata yang ramah Muslim (Muslim-friendly). Ide ini terinspirasi dari kemenangan wilayah Lombok, Indonesia sebagai Best Halal Tourism Destination di ajang World Halal Tourism Award 2016 yang kemudian mengilhami Nurma untuk menggarap pasar wisata halal yang semakin pesat baik nasional maupun internasional.

Di pasar Tiongkok, Halal Local mendapat sambutan hangat sehingga dia menjadikan pasar tersebut di dalam roadmap Astrajingga. Sebagai perusahaan start-up yang awal berdiri, Nurma mengatakan bahwa Atrajingga diawali oleh dana investasi sejumlah USD 5.000 oleh lima orang angel investors asal Indonesia.

Di akhir tahun 2016, dia mengadakan pendanaan crowdfunding jilid 2 yang berjumlah USD 25.000 oleh 40 orang angel investor. Sejak bulan Oktober 2016, mereka juga bekerjasama dengan satu institusi asal Tiongkok untuk mencari calon investor dan untuk membuka kantor di kota Hangzhou, Tiongkok.

Kerjasama ini merupakan hadiah dari menangnya projek-projek Astrajingga di kompetisi HiStar Competition 2016. “Target saya untuk Astrajingga adalah untuk terus meningkatkan traction dua projek Astrajingga, yaitu Halal Local dan Monicca. Target saya dan Astrajingga adalah menjadikan projek tersebut untuk menembus pasar global, dimulai dari pasar Indonesia dan Tiongkok di akhir tahun 2017 ini,’’ ujarnya.

Kendati proyeksi bisnis start-up terus maju di dalam dan luar negeri, Nurma memaparkan tantangan membangun usaha start-up, mulai dari pembentukan ide dan bagaimana membungkus ide tersebut agar mampu bersaing ketat dengan kompetitor lainnya. Pendanaan projek startup tersebut.

“Menurut yang saya, saat ini kesempatan sebuah startup mendapatkan dana semakin mudah. Sebagai contoh, bisa melalui ajang kompetisi, pitching langsung ke inkubator atau calon investor, crowdfunding, dan bootstrap (biaya sendiri),” imbuhnya.

Namun, setelah mendapatkan pendanaan pun, tantangan selanjutnya adalah bagaimana caranya mengatur strategic plan dan financial plan agar startup tersebut tetap survive. Banyak kasus startup-startup yang gagal meskipun mereka telah men-secure funding. Dan utamanya, tantangan besar mengelola startup adalah di sisi memotivasi diri dan anggota tim untuk terus semangat bekerja di lingkungan startup yang selalu mendesak sifat inovatif, bekerja dan berpikir cepat, dan kompetitif. (njs/dbs)


Back to Top