Menag Akan Hadiri Dialog Lintas Agama di Kota Baubau Sulawesi Tenggara

gomuslim.co.id- Kegiatan dialog tokoh lintas agama di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara yang berlangsung hari ini, rencananya akan dihadiri oleh Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia Lukman Hakim Saifudin.

Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulawesi Tenggara (Sultra), Zainal Mustamin mengatakan Menteri Agama akan membuka langsung kegiatan tokoh lintas agama yang akan dihadiri sekitar 300 orang. "Siang ini Menteri Agama menghadiri dialog tokoh lintas agama, selain itu Menag juga akan menghadiri beberapa rangkaian kegiatan di Baubau," tuitur Zainal.

Dikatakan Zainal, beberapa rangkaian kegiatan Menteri Agama selama dua hari berada di kota seribu benteng tersebut, yakni berwisata atau kunjungan ke situs sejarah Islam di Benteng Keraton Buton. Kemudian Menag Lukman Hakim juga akan dianugerahi gelar kehormatan La Ode dari Kesultanan Buton di Keraton Wolio Baubau,

Kegiatan lainnya, lanjut Zainal adalah menghadiri pembukaan rapat kerja (Raker) Kantor Wilayah Kemenag Sultra dan penandatanganan prasasti Kantor Urusan Agama (KAU) SBSN."Satu kegiatan lagi yang akan dihadiri Menteri Agama sebelum bertolak kembali ke Jakarta yakni acara tradisional kande kandea atau acara makan-makan tradisi adat Buton atau Baubau," katanya. 

Benteng keraton Kesultanan Buton merupakan benteng keraton terluas, terkuat, dan terasli di nusantara. Leluhur Buton telah memberikan sesuatu yang lebih dari semua itu, mereka telah mewariskan gedung peradaban Islam yang megah dan kokoh, serta menitipkan lembaga kearifan sebagai kunci emas untuk membuka dan merawat gedung peradaban yang membanggakan.

Dengan kedua pusaka agung itu, diketahui bahwa leluhur di Buton tidak hanya mengharapkan anak cucunya untuk berjaya di dunia, tetapi juga bisa selamat dan terhormat tempatnya di akhirat kelak. Di Bawah pohon beringin, terdapat sebuah makam yang besar dan mempunyai panjang sekitar lima meter. Makam besar tersebut merupakan makam Sultan pertama di Kesultanan Buton, yakni makam Sultan Murhum Kaimuddin Khalifatul Khamis atau dikenal Lakilaponto atau Haluoleo.

Lokasi Makam Sultan Murhum berada tak jauh dari Masjid Agung Keraton Buton yang berada di dalam benteng Keraton Buton. Makam Sultan Murhum merupakan salah satu wisata religi yang dilakukan para wisatawan untuk mengenal Sultan Murhum dari dekat.

Sultan Murhum memerintah Kerajaan Buton selama 26 tahun dan menjadi sultan yang mendapat pengakuan Sultan Rum dari Kesultanan Turki di tahun 1558 masehi. Makam ini sudah banyak dikunjungi para pejabat negara yang datang ke Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Berada di bawah pohon beringin, makam ini bercat putih, terawat dengan baik dan bersih. (nat/dbs)

 

 

 


Back to Top