Dompet Dhuafa Bantu Warga Pulau Panggang Lewat Program ‘Air Untuk Kehidupan’

gomuslim.co.id- Dompet Dhuafa melalui program "Air Untuk Kehidupan" di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, Jakarta, sejak Januari 2017 sudah dilaksanakan guna memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat di pulau tersebut.

Penanggung Jawab Program Air Untuk Kehidupan Ahmad Sodik mengungkapkan selama ini masyarakat di Pulau Panggang mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

“Sehari-hari, warga biasa membeli air bersih yang dipasok dari Pulau Pramuka dan Pulau Karya, mereka membeli air karena air sumur di sini masih asin,” tukas Ahmad.

Walaupun asin, sebagian warga masih memanfaatkan air asin tersebut untuk kebutuhan mencuci pakaian dan mandi. Kemudian mereka bilas menggunakan air yang telah dibeli. Selain itu warga juga sudah terbiasa membeli satu gerobak air bersih yang terdiri dari enam hingga delapan jerigen air. Sedangkan harga air per gerobak sekitar Rp 30 ribu. 

Selain membeli, warga di sana juga biasa memanfaatkan air hujan untuk kebutuhan mencuci, mandi, serta konsumsi. Air hujan tersebut didapatkan warga dengan cara membuat tempat-tempat penampungan air di permukiman mereka. Setelah ditampung, air akan diendapkan terlebih dulu sebelum dimanfaatkan. 

Lebih lanjut, Ahmad mengatakan wujud program Air Untuk Kehidupan di Pulau Panggang sebenarnya persis dengan kegiatan penampungan air hujan yang dilakukan warga. “Namun perbedaannya kita melakukannya dengan teknologi filter sehingga air yang berhasil ditampung bisa langsung dimanfaatkan," ujarnya. 

Sedangkan untuk alat penampungan air, Dompet Dhuafa menyediakan toren berkapasitas 300 liter."Dari toren penampungan, air akan dialirkan ke toren berikutnya yang berkapasitas seribu liter. Dari sini, air hujan akan masuk ke pipa filter yang terdiri dari ijuk, karbon aktif, pecahan bata, busa dakron, dan batu zeolit," papar Ahmad. 

Kemudian setelah melewati proses filter, air akan ditampung di toren ketiga. Air di toren inilah yang dapat dimanfaatkan oleh warga Pulau Panggang untuk kebutuhan sehari-hari mereka.

"Saat ini kita telah memiliki dua alat tampung dan filter air hujan di Pulau Panggang, yakni di RT 05/01 dan RT 03/01. Keduanya kita letakkan di fasilitas umum, seperti di RT 05 ini yang kita taruh di musala agar warga lebih mudah memanfaatkan," sambungnya.

Untuk diketahui, Dompet Dhuafa adalah lembaga nirlaba milik masyarakat Indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah, Wakaf, serta dana lainnya yang halal dan legal, dari perorangan, kelompok, perusahaan atau lembaga). (nat/dbs)


Back to Top