Mahasiswa Indonesia Gelar Edukasi Hijab di Discovery Islam Week Inggris

gomuslim.co.id- Seorang hijaber asal Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Newcastle, Inggris, Trifty Qurrota Aini, turut serta menjadi bagian dari tim di suatu acara yang memperkenalkan Islam lebih dalam ke masyarakat Inggris dengan nama Discovery Islam Week.

Acara tersebut digelar oleh dua universitas besar Newcastle yakni Newcastle University dan Northumbria University. Kegiatan yang diselenggarakan selama kurang lebih empat hari ini berlangsung mulai 13 Maret sampai 16 Maret dengan tujuan meluruskan anggapan keliru mengenai Islam.

Adanya Discovery Islam Week diharapkan bisa membantu meredakan stigma islamophobia serta menghapus stigma negatif tentang masyarakat Muslim. Trifty bercerita, ratusan mahasiswi dari kedua universitas itu tertarik datang ke Discovery Islam Week. Mahasiswi yang datang bukan hanya warga Inggris tapi berasal dari berbagai negara seperti Jerman hingga Belanda. Para mahasiswi yang hadir diperbolehkan untuk bertanya tentang Islam lebih dalam. 

Dalam kegiatan tersebut ada sesi tanya-jawab, dan booth untuk melukis henna hingga hijab challenge. Bagi mahasiswi non Muslim yang ingin bertanya seputar hijab hingga mencobanya sendiri akan dibantu para hijabers dari acara yang diselenggarakan oleh Islamic Society (Isoc).

Trifty menuturkan dirinya turut membantu menjaga booth hijab challenge. Ia tak menyangka banyak mahasiswi non Muslim yang ingin mencoba merasakan menjadi Muslimah dengan menggunakan hijab. Hampir semua mahasiswi yang menghampirinya mengaku pertamakali coba berhijab.

Dirinya dengan semangat mengajari para mahasiswi non Muslim menggunakan jilbab satu per satu. Dari sekian banyak wanita yang diajari berhijab olehnya, Trifty ingat ada dua mahasiswi yang sangat antusias hingga akhirnya ia memberikan hijab favoritnya sebagai kenang-kenangan. 

"Itu pertamakali buat mereka pakai hijab, sebelumnya nggak pernah. Semua non Muslim mau coba pakai hijab sebenarnya, banyak yang dari Inggris, tapi yang aku ingat namanya Jelena Kyle dari Amerika sama Ina Hristova dari Bulgaria karena mereka bilang ini pengalaman yang berbeda dan baru buat mereka. Karena mereka antusias banget, aku kasih hijab favorit kesayanganku sebagai hadiah dan kenang-kenangan supaya mereka ingat terus," kisah Trifty.

Mantan jurnalis ini mengajari peserta Discovery Islam Week beragam model hijab, dan model turban menjadi favorit. Beberapa wanita memuji gaya hijab turban karena terkesan lebih modern dan urban.

"Mereka suka banget sama model hijab turban. Beragam style yang aku kasih tutorialnya adalah sesuatu yang baru buat mereka. Setiap aku selesai tutorial dan mereka lihat hasilnya, mereka mengaku senang banget dan foto-foto," ujarnya.

Melihat antusias peserta dirinya mengaku senang dan terkadang terharu melihat banyak warga di negara minoritas seperti Inggris yang peduli akan Muslim dan tertarik mempelajari budaya Islam lebih dalam. Bahkan ada satu momen yang juga tak terlupakan untuknya ketika seorang wanita Jerman menghampirinya karena Trifty berhijab, ia bertanya sedikit seputar ajaran dalam Islam.

"Ada wanita Jerman namanya Ann, dia nyamperin aku terus nanya kalau Islam banyak sektenya (aliran) atau nggak, terus dia juga bilang Islam itu orangnya baik-baik nggak seperti diberitakan di media-media," papar Trifty.

Selama dirinya tinggal di Inggris sejak akhir tahun lalu, dirinya sering menemukan hal-hal yang membuatnya terharu. Salah satu contohnya ketika ia sedang jalan-jalan di sekitar Newcastle. Ia melihat banyak masyarakat non Muslim yang peduli terhadap Muslim. Bahkan mereka rela membela Muslim demi menegakkan keadilan. 

"Ternyata di negara barat nggak semua orang benci Islam. Mereka open minded, awalnya aku kira orang-orang sini islamophobia semua, dan ternyata nggak. Makanya aku senang banget pas acara Discovery Islam Week non Muslim yang datang banyak,” pungkasnya.

Pada acara tersebut para peserta antusias bertanya mengenai Islam. Ada beberapa yang  sedang mencari keyakinan. “Tapi di sini kami selalu peringatkan agar hanya menyampaikan nilai-nilai Islam bukan memaksa mereka memeluk agama Islam," jelas Trifty. (nat/dbs) 


Back to Top