Tak Hanya Berprestasi di Tim, Ini Sisi Religi Pesepakbola Muslim Eropa di Luar Lapangan

gomuslim.co.id- Apapun profesi yang digeluti, identitas Islam selalu melekat didalam hati. Keyakinan teguh dan ketaatan terhadap ajaran Islam tetap menjadi hal utama meski berada dilingkungan minoritas. Salah satunya adalah para profesional pesepakbola Muslim yang tampil di kompetisi Eropa.

Ada banyak kisah menarik dan prestasi hebat dari bintang si kulit di luar lapangan hijau. Mereka begitu menginspirasi seluruh muslim dunia. Misalnya saja, ada yang tetap menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan saat kompetisi sedang padat. Atau yang dengan tegas menolak minum minuman keras. Berikut adalah lima pemain sepak bola yang layak jadi panutan.

Pertama, Abou Diaby yang hafal 19 juz Alquran. Pemain yang sempat lama berkarier di Arsenal selama 10 musim ini tak melupakan ajaran agamanya ditengah-tengah kesibukannya sebagai pemain sepakbola. Pada 2013 lalu, dia diketahui sudah hapal Alquran 19 juz. Seiring berjalan waktu, bukan tak mungkin hapalan Diaby mungkin saja bertambah.

Diaby diketahui hapal Alquran, setelah adanya perbincangan seorang pengajar Akidah Universitas Ebrahim, Mufti Muhammad dengan Diaby. Mereka berbincang lewat akun Twitter. Tak hanya hapal, suara Diaby saat melantunkan Alquran juga tergolong indah. “Sedang berbincang dengan pemain Arsenal, Abou Diaby di Universitas Ebrahim malam ini. Dia hapal 19 juz Alquran," ungkap ulama besar Inggris tersebut seperti dilansir dari publikasi The Mirror.

Kedua, Miralem Pjanic yang menguasai 6 bahasa sekaligus. Dalam kanal khusus youtube, gelandang Juventus ini bisa berbahasa Bosnia, Jerman, Luxemburg, Prancis, Italia, Bosnia, dan Inggris. Musim ini, Pjanic menjadi andalan di lini tengah Juventus. Dia sukses mencetak 26 gol dari 8 pertandingan di semua kompetisi.

Ketiga, Yaya Toure yang menolak ajakan "Tidur" fans wanita. Gelandang Manchester City ini tergolong pemain Muslim yang taat. Pemain asal Pantai Gading itu sempat menolak minuman beralkohol saat terpilih sebagai man of the match pada 2012 lalu. Pemain 33 tahun ini juga dengan tegas menolak ajakan "tidur" dari fans wanita, karena teguh menjalankan keyakinan agamanya.

"Saya sembunyi untuk menghindari mereka. Bahkan saya sampai harus mengganti nomor telepon secara reguler. Saya tak mengerti apa yang ada di kepala mereka. Itu sungguh memalukan. Saya sudah menikah. Bagi saya istri sudah cukup. Saya cinta damai dan begitulah saya ingin menjalani hidup," ujar Toure.

Keempat, Demba Ba yang lebih mendekatkan diri pada Allah saat cedera parah. Eks bintang Chelsea yang kini membela Besiktas ini pernah memberikan donasi untuk mendanai pembangunan masji di Senegal, pada 2014 lalu. "Menjadi Muslim adalah lebih penting daripada saya menjadi pesepakbola. Seorang Muslim yang baik adalah orang yang baik, jadi saya mencoba untuk menjadi orang yang baik," kata Ba.

Ba sempat menjadi perhatian saat mengalami cedera parah pada 2016 lalu. Saat membela Shanghai Shenhua, dia mengalami patah kaki dan harus absen panjang. Hebatnya, Ba sama sekali tak mengeluh karena cedera tersebut. "Allahumma lakal hamd," demikian tweet pertama Ba, usai mengalami cedera parah. Itu berarti, "Segala pujian bagi Allah semata.”

Banjir dukungan pun datang untuk Ba setelah cedera horor tersebut. Ba pun me-retweet banyak doa dan dukungan yang masuk. Bahkan, ada beberapa di antaranya yang mengunggah foto Ba sedang salat.

Kelima, Sadio Mane yang menjadi anak Imam Masjid. Pemain termahal di Afrika ini merupakan anak dari imam masjid di Bambali, desa kecil di wilayah selatan Senegal. "Saya sangat menghormati segala larangan dan perintah dalam Islam dan saya selalu menjalani salat lima waktu sehari. Saya tak akan pernah menyentuh alkohol, karena agama merupakan satu hal yang paling penting dalam hidup saya," ujarnya. (njs/dbs)

 


Back to Top