Muslimah Ini Jadi Wanita Pemandu Wisata Bersertifikat Pertama dari Komisi Pariwisata dan Warisan Nasional Arab Saudi

gomuslim.co.id- Kehadiran sertifikasi pemandu wisata menjadikan pemandu menjadi profesional dan berintegritas. Seorang muslimah Arab Saudi, Ayesha Khaja, telah mendapatkan sertifikasi dari Pusat Studi dan Penelitian Islam (ISRC).

Hal tersebut menjadi tonggak sejarah bagi pemandu wisata Saudi. Pasalnya, Ayesha merupakan wanita pertama di Saudi yang berprofesi sebagai pemandu wisata bersertifikasi di negara tersebut.

Dirinya telah bekerja keras untuk mendapatkan sertifikat itu. Dia berencana mendaftar sebagai pemandu di Komisi Pariwisata dan Warisan Nasional Saudi (SCTH). "Saya berharap SCTH memungkinkan lebih banyak wanita untuk menjadi pemandu wisata. Jumlah wisatawan meningkat dan musim pariwisata menjadi sepanjang tahun, bukan hanya beberapa pekan dalam setahun," ungkap Khaja, seperti dilansir dari publikasi Saudi Gazette.

SCTH harus mengatur program perjalanan pariwisata berkelanjutan untuk menunjukkan situs bersejarah Islam di Saudi. Menurut Ayesha, Madinah memiliki sejarah Islam yang kaya dan merupakan salah satu kota yang paling dikunjungi di Saudi. 

"Ada banyak wanita yang ingin disertifikasi untuk menjadi pemandu wisata. Komisi akan mendapatkan keuntungan yang besar dengan menawarkan kesempatan pelatihan kepada perempuan," katanya.

Ayesha telah bekerja di industri pendidikan selama 14 tahun sebelum akhirnya ia berhenti dan menjadi pemandu wisata. Dia memiliki gelar sarjana sastra Inggris, namun semangatnya bekerja di sektor pariwisata tak bisa terbendung. 

"Keterampilan bahasa membantu saya berinteraksi dengan para wisatawan dan menunjukkan kepada mereka wisata di sekitar. Akhir-akhir ini, saya telah mengatur perjalanan ke Masjidil Haram, termasuk perjalanan mengunjungi beberapa situs Islam bersejarah di kawasan itu," pungkasnya.

Arab Saudi adalah negara yang menduduki ranking ke-13 pasar utama pariwisata Indonesia dan merupakan negara ranking ke-1 untuk kawasan Timur Tengah. Jumlah kunjungan turis asal Timur Tengah terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2015 saja, jumlahnya sudah mencapai 180 ribu. Tahun lalu jumlahnya meningkat 30 persen mencapai 240 ribu dan 80 persen-nya dari Arab Saudi. 

Tahun 2017 Kemenpar menargetkan kedatangan wisman Timur Tengah akan naik 50 persen menjadi 360 ribu. Rata-rata spending wisman Timur Tengah itu USD 2200 atau hampir dua kali lipat dari pengeluaran seluruh wisman.

Sedangkan dari sisi konektivitas akan terus dicari slot penerbangan baru dari Timur Tengah. Dari sisi atraksi bisa digenjot destinasi halal baik di Lombok, Sumatera Barat atau Aceh. Dari sisi amenitas kedatangan Raja bisa dimanfaatkan untuk menarik investasi Arab Saudi untuk membangun hotel syariah di Tanah Air. (nat/saudigazette/dbs)

 


Back to Top