Perkuat Pariwisata Halal, Kini Destinasi Wisata di Lhokseumawe Wajib Sediakan Fasilitas Mushola

gomuslim.co.id- Sebagai salah satu wujud dukungan menuju wisata halal di Kota Lhokseumawe Provinsi Aceh, pemerintah kota meminta semua tempat atau usaha wisata menyediakan sarana ibadah.

Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kota Lhokseumawe Zulkifli melalui Kabid Pariwisata Usfah Herlianda di Lhokseumawe mengatakan semua tempat yang menunjang usaha kepariwisataan di wilayah Kota Lhokseumawe harus menyediakan mushola.

Beberapa tempat usaha yang menunjang kepariwisataan dimaksud antara lain, hotel, penginapan, restoran dan tempat usaha kuliner. Selain itu, pengelola lokasi wisata juga harus menyediakan tempat beribadah seperti mushola.

Menurut Usfah pengelola tempat wisata dan juga pemilik hotel serta penginapan diminta tidak hanya menyediakan mushola, akan tetapi menyediakan juga sarana pendukung seperti tempat berwudhu serta peralatan shalat bagi wanita.

"Kepada pemilik hotel serta usaha penginapan dan juga pengelola lokasi wisata, supaya nantinya menyediakan sarana ibadah seperti mushola ditempatnya . Hal ini, merupakan salah satu upaya menghadirkan konsep wisata halal dan Islami di Kota Lhokseumawe," ujarnya.

Selain tersedianya sarana dan prasarana ibadah di lokasi wisata dan di tempat usaha penunjang pariwisata di wilayah Kota Lhokseumawe, juga akan dilakukan pembinaan bagi pengelola usaha kuliner.

"Kepada pengelola usaha kuliner juga akan dibina, baik kualitas makanan dan juga higienitasnya sehingga aman dan nyaman saat dinikmati serta akan dilakukan kompetisi terhadap lokasi kuliner yang bersih. Hal ini ini untuk memberikan motivasi terhadap peningkatan kualitas usaha," tukas Usfah.

Untuk diketahui, Lhokseumawe merupakan sebuah kota di Provinsi Aceh. Kota ini merupakan jalur distribusi dan perdagangan yang sangat penting bagi Aceh karena terletak antara kota Banda Aceh dan Medan. Ada banyak hal yang bisa Anda dapatkan di kota ini, termasuk juga obyek wisata yang ditawarkan.

Nama Lhokseumawe berasal dari kata Lhok, dalam bahasa Aceh yang berarti teluk, palung laut dan Seumawe yang berarti air yang berputar-putar atau pusat mata air. Selain itu ada pendapat lain yang menerangkan bahwa Lhokseumawe berasal dari nama Teungku Lhokseumawe yang dimakamkan di kampung Uteun Bayi yang merupakan kampung tertua di Kecamatan Banda Sakti.

Pada tahun 1524 Lhokseumawe pernah menjadi bagian dari kedaulatan Kesultanan Aceh. Sebelum abad ke-20 kawasan ini pernah diperintah oleh Uleebalang Kutablang hingga akhirnya pada tahun 1903 Aceh dikuasai Belanda. Lhokseumawe pun lalu menjadi daerah jajahan dengan status Bestuur Van Lhokseumawe. Pada masa proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, Lhokseumawe digabung dengan Bestuurder van Cunda. Penduduknya pun semakin ramai dan banyak berdatangan dari daerah Buloh Blang Ara, Matangkuli, Lhoksukon dan sekitarnya. (nat/dbs)


Back to Top