Tersebar Hingga Daerah Pedalaman, Begini Perkembangan Islam di Peru

gomuslim.co.id- Dakwah Islam semakin menggema di beberapa Negara, termasuk di Peru. Penguatan agama Islam ini terjadi seiring dengan bertambahnya populasi muslim di kawasan Amerika Latin tersebut. Salah satu faktor utamanya adalah karena derasnya gelombang imigrasi dan tragedi 11 September pada beberapa tahun silam yang membuat banyak orang bertanya-tanya tentang Islam.

Menurut seorang pakar Islam dari Universitas Sao Paolo, Brazil, Paulo Daniel Farah, fakta penguatan agama Islam ini didukung sejumlah data. Diketahui, di tiap negara di sana, terdapat konsentrasi umat Muslim dalam jumlah signifikan.

“Diperkirakan, secara keseluruhan terdapat sekitar enam juta jiwa penganut Muslim. Brazil merupakan negara berpenduduk Muslim terbesar, atau sebanyak 1,5 juta jiwa. Diikuti oleh Argentina dengan 900 ribu jiwa umat Islam serta Venezuela sekitar 700 ribu,” ujarnya.

Sementara presiden Asosiasi Islam Peru, Hussein Damin Awad pada tahun lalu menyebutkan bahwa populasi Muslim di Peru mengalami peningkatan. Tak kurang dari 18 ribu Muslim tinggal di Peru.

“Sekelompok Muslim datang bersama penjajah Spanyol. Mereka belum membangun sebuah komunitas hingga gelombang imigran tiba di abad ke-20, khususnya pascapendudukan Palestina pada 1967. Warga negara Peru asli juga makin banyak yang telah memeluk Islam. Muslim pertama yang datang ke negara ini adalah orang-orang Palestina,” katanya dilansir dari publikasi Fars News Agency.

Komunitas Muslim telah diterima dengan baik di sana. Mereka saling menghormati dengan komunitas keagamaan lain. Sebuah masjid yang didirikan 25 tahun lalu adalah tempat untuk mengenal lebih jauh tentang budaya, pendidikan, dan praktik keagamaan Muslim di Peru.

Di beberapa negara lain, agama Islam memang hanya dianut oleh sekian ribu penduduk. Mereka terdiri atas imigran asal Timur Tengah, Afrika, atau Asia Barat, serta penduduk lokal yang menjadi mualaf. Tapi, dari waktu ke waktu, jumlah warga Muslim terus bertambah dan Islam berkembang pesat.

Geliat itu berlangsung tak hanya di kota-kota besar, bahkan hingga ke daerah pedesaan maupun pedalaman. Kendati minoritas, umat Islam mampu memberikan pengaruh luas di masyarakat. Kiprah mereka merambah ke berbagai bidang. Peru merupakan contoh terbaik. Di sana, umat Muslim begitu dikagumi, terutama dalam keterampilan mendesain bangunan. Beberapa gedung dan bangunan indah di negara itu berarsitektur Islam.

Keberadaan bangunan bergaya mediterania dan Timur Tengah semakin menambah daya tarik kota-kota di sana. Warga Peru pun menyebutnya sebagai gaya arsitektur Arabescos. Sejatinya, Islam memiliki sejarah panjang di negara ini. Setelah penaklukan Andalusia oleh tentara Spanyol, banyak umat Islam memilih pergi ke Amerika Latin dan menetap di sana.

Kemudian, tiba era kolonisasi serta penyebaran Kristen antara abad 16 sampai 19. Seiring pembukaan lahan perkebunan dan pertanian, didatangkan banyak budak dan pekerja asing, termasuk dari negara-negara Islam.

Sejak itulah jumlah warga Islam terus bertambah. Di beberapa kota di Peru, mulai muncul komunitas-komunitas Islam. Pada pertengahan abad ke-20, datang penduduk asal Palestina serta Lebanon yang menghindari konflik di negaranya. (njs/farsnewsagency/dbs)

 


Back to Top