Gandeng KEIN, Kemenag Siap Kembangkan Skill Wirausaha Santri

gomuslim.co.id-  Kementerian Agama mengaku tertarik dengan gerakan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) untuk mendorong para santri menjadi wirausaha dan berkecimpung di industri kreatif. Kemenag bahkan siap menjalin sinergi dengan KEIN untuk tujuan tersebut.

"Kami tertarik untuk bekerjasama dengan KEIN. Sekarang ini awarness atau kesadaran pesantren akan pentingnya life skill, selain tentunya pendalaman ilmu agama, juga semakin meningkat. Antusiasme dunia pesantren dalam hal ini juga semakin tinggi," terang Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin dalam publikasi resmi Kemenag.

Kata Kamaruddin, dirinya diminta oleh Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren untuk segera menjajaki kemungkinan itu secepatnya.  Menurutnya, penjajakan diperlukan utamanya untuk bisa memahami format sinergi hingga nantinya berujung pada adanya MoU.

Adapun sinergi yang diharapkan adalah program yang berdampak pada dua hal sekaligus, yaitu: peningkatan kompetensi pesantren dalam menghasilkan santri dengan kompetensi life skill dan peningkatan kompetensi pesantren sebagai lembaga yang mengembangkan industri kreatif.

"Pesantren memiliki potensi besar untuk mendukung peningkatan daya saing ekonomi nasional dengan mengembangkan sejumlah life skil. Kita akan memberi afirmasi pengembangan kompetensi life skill di pesantren. Pengembangan industri kreatif salah satu yang menarik dan berpotensi dikembangkan," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Pokja Industri Kreatif KEIN Irfan Wahid mengatakan Presiden berharap sektor industri kreatif di pesantren semakin maju agar dapat ikut menopang ekonomi secara nasional.

"Keinginan Presiden Jokowi agar pesantren dapat menjadi penopang ekonomi nasional begitu tinggi. Saya mencoba mendorong hal itu melalui sektor industri kreatif dan wirausaha santri," katanya.

Menurut Irfan, banyak hal yang bisa dilakukan para santri untuk belajar wirausaha dengan produk yang berbeda serta memiliki keunikan. Syaratnya, para santri tidak lekas putus asa dalam mengembangkan usaha, serta selalu membuka wawasan, tekun, dan tidak mudah menyerah.

Sebelumnya, Kemenag mempunyai program untuk menyiapkan dana sebesar Rp 148 M untuk santri.  Kementerian Agama akan kembali menyalurkan Program Indonesia Pintar buat santri pondok pesantren. Tahun ini, Kemenag sudah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 148 miliar yang akan didistribusikan bagi 194.000-an santri penerima manfaat PIP.

Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin menegaskan bahwa PIP pada pendidikan Keagamaan Islam (Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren) merupakan instrumen negara untuk hadir di pesantren. PIP penting dalam rangka memberikan perlindungan sosial bagi santri dari keluarga kurang mampu, santri yatim, dan santri yang mengalami kerentanan sosial lainnya. (fau/kemenag/foto ilustrasi: santri daarutauhid)

 


Back to Top