Rumah Zakat Salurkan Bantuan untuk Program Renovasi Rumah Keluarga Dhuafa

gomuslim.co.id- Dalam rangka mensejahterakan warga dhuafa Rumah Zakat (RZ) bekerjasama dengan Yayasan Permata Jingga menyalurkan bantuan renovasi rumah milik warga tidak mampu di Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Selasa (21/03/2017).

Wakil Wali Kota Malang Sutiaji yang hadir dalam kegiatan renovasi rumah tidak layak huni tersebut, turut memberikan apresiasi kepada RZ atas program bantuannya.

Pada kesempatan itu turut hadir pula dalam acara serah terima renovasi rumah, Branch Manager Rumah Zakat cabang Malang Aditya Evan dan Perwakilan Yayasan Permata Jingga Basir. Menurut Wakil Wali Kota Malang Sutiaji, program penyaluran bantuan tersebut sangat inovatif.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Rumah Zakat karena telah membantu Pemerintah Kota Malang dalam hal program bedah rumah,’’ ujarnya. Kata Sutiaji, program bedah rumah sangat dibutuhkan di Kota Malang karena masih banyak rumah tidak layak huni.

Sementara itu, salah seorang warga penerima program bedah rumah, Warisan mengaku terkejut dengan program tersebut. Dia mengaku tidak memiliki biaya untuk memperbaiki rumahnya yang nyaris hancur. 

Alhamdulillah saya tidak menyangka bisa mendapat bantuan untuk bedah rumah. Semoga bantuan ini dibalas oleh Allah dengan yang lebih baik,’’ ungkap Warisan.

Selain program bedah rumah, Basir menjelaskan ada beberapa program lain, di antaranya bekerjasama dengan Daarul Qur’an untuk membangun pondok pesantren dan program kajian keilmuan yang dilaksanakan di masjid-masjid yang dibangun oleh Yayasan Permata Jingga.

Pelaksana Program Pemberdayaan Ekonomi Rumah Zakat Malang, Rudeq M Yanuar menerangkan beberapa dari masyarakat memang ada yang mengajukan program bedah rumah ke Pemkot Malang, Namun karena dana APBD untuk bedah rumah saat ini tidak ada, maka pemkot menghubungi pihak Rumah Zakat. Salah satu donatur tetap Rumah Zakat adalah Yayasan Permata Jingga.

Saat acara penyerahan dana, Sutiaji menyampaikan pemerintah memang memiliki program 100-0-100 atau 100 persen akses air bersih, nol persen kawasan kumuh, dan 100 persen akses sanitasi.

Dalam rangka menunjang program pemerintah itu, maka setiap ada laporan dari masyarakat mengenai rumah yang tidak layak tinggal, Pemkot Malang akan survei langsung, lalu akan dinilai bagaimana keadaanya, terutama legalitasnya. “Berhubung tidak ada anggarannya di APBD maka untuk kali ini, pemkot menggandeng Rumah Zakat yang salah satu donaturnya Yayasan Permata Jingga,” ungkap Sutiaji.

Ia menerangkan, ke depannya akan ada terus program seperti ini. Dalam waktu dekat akan dilaksanakan di kawasan Polowijen. Porgram bedah rumah tersebut rencananya akan diambil dari donasi yang dikumpulkan kawan-kawan PLN. (nat/rz/dbs)

 

 


Back to Top