Lolos Seleksi dan Program Karantina, Begini Cerita Santri Askar Kauny yang Akan Berangkat ke Mesir

gomuslim.co.id- Sejak tahun 2013, Askar Kauny fokus pada pembinaan santri-santri yatim dhuafa yang dididik menjadi penghafal Alquran di Ma’had-ma’had Askar Kauny. Dalam kurun waktu empat tahun, sebanyak 220 santri kini sudah tersebar di 11 titik yang berada di Jakarta, Depok, Bogor, Bekasi, Bukittinggi, Kuningan, dan Mesir.

Tahun ini, Askar Kauny kembali mengirimkan santri takhossus ke Mesir untuk mendapatkan program pendidikan tahfidz Alquran dan Hadits secara intensif. Total santri yang diberangkatkan adalah 9 orang dengan rincian enam orang penerima beasiswa dan 3 orang melalui jalur Mandiri. Mereka yang terpilih telah lolos program karantina selama satu minggu dan melalui proses seleksi yang cukup ketat di Askar Kauny.

Suka cita dan bangga pun terlihat dari wajah anak-anak berusia 12 sampai 17 tahun itu. Azam Fauzi Ridwan (12) misalnya, seorang santri takhossus dari Askar Kauny Cijulang, Bogor ini mengaku senang mendapatkan kesempatan beasiswa penuh untuk melanjutkan pendidikan hafalan Alquran di luar negeri.

Putra dari pasangan suami isteri bernama Deni Fauzi Ridwan dan Heryani ini telah hafal 10 Juz Alquran. “Alhamdulillah sudah hafal 10 juz, dan saya sangat senang bisa berangkat ke Mesir bersama teman-teman untuk menuntaskan hafalan di sana. Yang sudah saya hafal itu juz 26, 27, 28, 29, 30, 1, 2, 3, 4 dan 5,” ucapnya.

Anak laki-laki kelahiran Sukabumi, 18 Juni 2005 itu pun selain bertekad menjadi hafidz Alquran juga bercita-cita menjadi seorang arsitek. Azam sendiri mulai berlajar Alquran sejak kelas 1 SD, lalu mulai menghafal sejak kelas 3. “Saya siap berjuang menuntut ilmu disana, sekaligus mau doain orangtua, terus kedepan supaya bisa menyebarkan ilmu ke semua orang. Mohon doanya ya,” kata Azam.

 Santri lainnya adalah Robi Rodia (12) yang sekarang duduk di kelas 6 SD. Ia mengaku mulai belajar membaca Alquran sejak usia 4 tahun. Lalu saat usia 5 tahun mulai menghafal. “Sekarang sudah hafal 8 juz Alquran, yaitu juz 26, 27, 28 29, 30, 1, dan 3. Seneng sekali dapat beasiswa kesana,” ungkapnya.

Saat ditanya mengenai cita-citanya, anak keenam dari 7 bersaudara itu mengaku ingin menjadi  seorang tentara. “Menghafal Alquran itu yang penting sungguh-sungguh dan punya motivasi kuat. Harus fokus dan tentu dukungan orangtua. Dan lagi, dengan metode Kauny ini lebih mudah karena gerakan sangat membantu ketika menghafal Alquran,” katanya.

Selanjutnya, ada M Fathin Robbani (13) yang juga sudah gemar menghafal Alquran sejak umur 5 tahun.  Anak laki-laki kelahiran Bogor, 26 September 2003 itu bercita-cita menjadi ulama yang ahli fikih dan punya pesantren. Anak pertama dari empat bersaudara ini telah menghafal enam juz yaitu juz 1, 2, 3, 4, 29, dan 30.

“Kalau mau hafal Alquran itu harus diawali dengan niat kuat. Lalu harus percaya diri dan yakin bisa hafal Alquran. Selanjutnya istiqomah dalam menghafal. Dan terakhir selalu berdoa kepada Allah serta minta doa restu kedua orang tua,” ujar anak dari pasangan Ahmad Jaelani dan Nurma Andriani itu.

Selain Azam, Robi dan Fathin, santri takhossus lainnya yang akan berangkat adalah Ibrahim Maknun (16), Muhammad Nazwan (14), dan Muhammad Abdul Fattah Alkahfi (16). Sedangkan santri umum yang melalui jalur Mandiri yakni, Amr Qowiyun Jadid (14), M Taufiqurrahman (Putra Walikota Padang, Buya Mahyadi), dan Yusuf Fikri Imtias (14). (njs)


Back to Top