Peluang Warga Muslim Masuk Kepolisian Belgia Makin Terbuka

gomuslim.co.id- Maraknya Islamophobia di Eropa menjadi satu tantangan baru dalam dunia dakwah masa kini. Sejumlah komunitas di beberapa Negara kini mulai melakukan aksi damai melawan serangan reaksi tersebut. Kelompok muslim yang masih minoritas pun tak jarang mendapat perlakuan diskriminatif dari beberapa pihak.

Baru-baru ini, Belgia sedang memperjuangkan agar kelompok minoritas Muslim di sana bisa punya peluang lebih besar diterima di kepolisian. Bahkan, Perdana Menteri Belgia Charles Michel bertekad untuk menambah kelompok minoritas di tim keamanan Belgia sebagai cerminan pula dari populasi yang beragam.

"Kepolisian akan kami dorong seterbuka mungkin. Kami harus melawan rasismen secara permanen di Negara ini. Kami ingin melayani semua tanpa mengenal latarbelakang masyarakat seperti apa," kata Michel seperti dilansir dari publikasi Reuters, Selasa (21/03/2017).

Di sisi lain, pihak kepolisian sendiri mengaku harus berusaha lebih keras memantau kelompok minoritas di Molenbeek. Sebab, sebagian besar anggota Kepolisian Belgia merupakan kelompok kulit putih yang selalu dilihat dengan pandangan curiga oleh kelompok imigran. Para imigran khawatir akan dicap teroris.

Belgia tak memiliki data statistik mengenai agama dan ras. Namun, populasi Muslim mencapai tujuh persen dari total populasi dan pertumbuhan Muslim di Molenbeek mencapai 45 persen. Salah satu dari dua anggota Kepolisian di Brussel yang berasal dari keturunan Maroko, Tarek Chatt, bergabung dengan Kepolisian Belgia pada 1999. Ia termasuk keturunan Maroko yang pertama diangkap menjadi polisi di sana.

Lebih lanjut, Chatt menuturkan bahwa dulu rasa sulit menjalankan tugas karena semua orang berpikir negatif. Tapi sekarang, warga kota bangga ada keturunan Afrika Utara berseragam. "Mereka pikir ini adil. Mereka juga mau mendengar saya sekarang," kata Chatt.

Pasca serangan bom di Brussel, Belgia pada Meret tahun lalu, Kepolisian Belgia agresif melakukan penahanan. LSM HAM di Belgia menyebut pasca itu, keluhan penyalahgunaan wewenang polisi terhadap ras meningkat.

Komisioner Kepolisian Distrik Belgia Theo Van Gasse mengaku, meski pemerintah berusaha mengintegrasikan minoritas dengan lebih baik, setidaknya empat anggota polisi di bawah koordinasinya mengeluh mendapat perlakukan rasis pasca kasus bom di Brusssel beberapa waktu lalu.

Sebagai informasi, di Negara dengan jumlah penduduk 10 juta jiwa itu, tujuh persennya beragama Islam. Saat ini ada sekitar 628.751 umat Muslim bermukim di Belgia. Data tersebut menunjukan bahwa Islam menjadi agama dengan perkembangan paling pesat.

Publikasi riseofislam menyebutkan pada tahun 90-an, jumlah umat Muslim baru sekitar 285 ribu jiwa. Namun di tahun 1998, angkanya telah meningkat pesat hingga menjadi 350 ribu jiwa.

Sejalan dengan itu, tumbuh pula tempat-tempat ibadah dan kegiatan keagamaan. Ada sekitar 300 masjid, mushala maupun pusat keislaman di seluruh Belgia. Pemerintah pun, sesuai undang-undang, tidak menghalangi umat beragama, termasuk Muslim, untuk membangun tempat ibadah atau sarana pendidikan. (njs/reuters/dbs)


Back to Top