Gencarkan Syiar Ekonomi Syariah, MES UK Gelar Roadshow di Inggris

gomuslim.co.id- Dakwah Islam bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan mensyiarkan ekonomi syariah. Baru-baru ini, Masyarakat Ekonomi Syariah Indonesia United Kingdom (MES UK) mengelar "roadshow" ke berbagai kota di Inggris untuk menggencarkan dakwah ekonomi syariah di kalangan masyarakat. Pengurus MES UK sendiri baru dilantik beberapa waktu lalu.  

Menurut Ketua Umum terpilih MES UK, Ebi Junaidi di London, kepengurusannya akan meneruskan kiprah dakwah dan syiar ekonomi syariah kepengurusan MES UK sebelumnya. "Kami berkeyakinan dengan gencarnya syiar yang kami lakukan, maka masyarakat Indonesia di UK akan tergerak untuk menggunakan dan mendukung pengembangan ekonomi syariah," ujarnya.

Lebih lanjut, Ebi menuturkan berbagai wahana akan dioptimalkan MES UK untuk meneguhkan eksistensi dakwah mulai dari "roadshow" ke berbagai kota, pengembangan riset kebijakan ekonomi syariah, pengembangan SDM, jaringan, hingga optimalisasi laman, serta penggunaan media sosial.

"Pada musim panas ini kami akan menggelar "Indonesia conference on Islamic Economics and Finance. Dengan program-program tersebut kami harap masyarakat merasakan dampak nyata kiprah MES UK," kata Ebi Junaidi.

Pada acara pelantikan kepengurusan MES UK, Melalui "video teleconference" pengajar STEI Tazkia dan University of Essex, Murniati Mukhlisin berbagi wawasan dan pengalaman mengenai perkembangan ekonomi syariah di Britania Raya.

Dikatakannya, kesempatan belajar ekonomi syariah di Inggris harus dimanfaatkan betul untuk kemaslahatan umat. Kepengurusan MES UK juga menjalankan roadshow dakwah ekonomi syariah di Newcastle bekerja sama dengan Al Imanu--perkumpulan masyarakat muslim Indonesia di Newcastle-Upon-Tyne.

Sebelumnya, MES UK mengadakan pelantikan pengurus tahun 2017-2018 di Kota Durham, Inggris, pada 12 Maret 2017. Ebi Junaidi, Ketua MES-UK terpilih, mengatakan kepengurusannya berencana bukan saja belajar dan membawa pengalaman perkembangan ekonomi syariah di Inggris yang menjadi financial hub ekonomi syariah Eropa, namun juga melakukan "show case" praktik ekonomi syariah Indonesia kepada publik dan akademisi Inggris Raya.

Hal ini, kata Edi, akan dilakukan lewat "Indonesia conference on Islamic Economics and Finance" yang rencananya akan belangsung Juli mendatang bekerja sama dengan Durham Centre for Islamic Finance di bawah arahan Mehmet Asutay, guru besar di Durham University.

Sementara itu, Muniarti dalam ulasan yang bertajuk “Islamic Finance in Britain, how to benefit from it and bring it to Indonesia”, menegaskan tiga hal yang dapat dipelajari dari geliat keuangan syariah di Inggris Raya, yaitu dari segi penegakan hukum, teknologi, dan pendidikan.

Dikatakan Murniati, bahwa penegakkan hukum di negara Theresa May ini sangat ketat. Ini karena, perangkat hukum dibuat secara jelas dan tegas. "Untuk keuangan syariah, rujukannya adalah UK financial services regulation yang tergabung dengan European Union financial directives dan Basel Capital Adequacy Standards," ujarnya. (njs/dbs)

 


Back to Top