Kembangkan Desa Binaan, Baznas Garap Program Ternak Domba di Sukorejo

gomuslim.co.id- Sebagai bentuk upaya Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam kiprahnya di pemberdayaan masyarakat. Kini sebuah program desa ternak di Desa Bringinsari, Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah sedang digarap. Program ini berupa pemberian modal, pelatihan, pendampingan dan jaringan pemasaran kepada warga kurang mampu di desa yang berjarak sekitar dua jam dari Kota Kendal.

Ada sebanyak 33 warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Alif melakukan budidaya 300 ekor domba dengan fasilitas kandang dan alat produksi yang juga disediakan oleh Baznas. Kedepannya program ini diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan peternak sehingga masalah pada aspek sosial lainnya akan ikut terbenahi. Pada Idul Adha nanti ditargetkan domba sudah siap dijual ke pasaran untuk memenuhi kebutuhan kurban umat muslim.

Pembina Program Desa Ternak Baznas Arif Fajar mengatakan pemilihan ternak sebagai tulang punggung program karena warga sudah terbiasa dengan budidaya ternak domba. “Hampir setiap rumah di desa ini memelihara domba. Konsep program ini menggunakan konsep pengembangan pertanian terpadu. Selain ternak, nantinya akan ada integrasi pengelolaan antara peternakan, perikanan dan hasil olahan pertanian,” ujar Arif.

Sedangkan kotoran ternak dan urin juga diolah menjadi pupuk pertanian, limbah pertanian bisa dijadikan pakan ternak dan pakan ikan.

Adanya Desa Ternak menjadi bagian dari program Zakat Development (ZCD), yakni program yang menyasar komunitas dalam pengentasan kemiskinan secara komprehensif. “Pendekatan program ini adalah mengintegrasikan aspek ekonomi dan sosial antara lain pendidikan, kesehatan, agama dan lingkungan, serta aspek advokasi yang pendanaan utamanya bersumber dari zakat, infak dan sedekah sehingga terwujud masyarakat sejahtera dan mandiri,” tuturnya.

 Dipilihnya Desa Bringinsari sebagai desa binaan ZCD, karena tingginya angka kemiskinan di desa tersebut. Padahal potensi ekonomi di desa tersebut sangat tinggi. Berdasarkan data Potret Wilayah Kecamatan Sukorejo tahun 2015, total penduduk miskin mencapai 92 persen.

Sementara potensi di desa tersebut merupakan populasi domba terbesar se-Kecamatan Sukorejo, singkong dan jagung terbesar di kecamatan dan potensi alam lainnya yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. 

“Harusnya tingginya nilai potensi ekonomi dibarengi dengan tingginya kesejahteraan masyarakatnya," pungkas Arif.

Kemudian berdasarkan pemetaan sosial yang telah dilakukan tim Baznas ada beberapa faktor yang menyebabkan hal itu terjadi. Di antaranya rendahnya pengetahuan dan manajemen bisnis masyarakat, akses modal yang terbatas, dan akses pemasaran yang terbatas.

Berkenaan dengan pengembangan program tersebut, Baznas membentuk tim pendampingan. Tim ini bertugas untuk memastikan dana tersebut bisa berkembang dan sesuai peruntukanya.

“Ada 5 aspek pendampingan yang akan dilakukan yaitu aspek pendampingan teknis dan manajemen pertanian dan peternakan, pendampingan kelembagaan, pendampingan usaha kelompok, pendampingan keagamaan dan pendampingan konselor keluarga,” paparnya.

Pihaknya mengharapkan dengan pendampingan ini akan lebih bisa mengarahkan kelompok baik secara ekonomi, sosial dan pembinaan keluarga. (nat/baznas/dbs)


Back to Top