Berikan Pelayanan Prima di Musim Haji 2017, Penyelenggara Haji Siapkan Tenda Baru di Arafah

gomuslim.co.id- Persiapan ibadah haji 2017 terus dimatangkan, mulai dari konsumsi hingga perbaikan kualitas tenda di Arafah, Arab Saudi oleh Panitia kerja (Panja) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2017.

Hal ini terbentuk atas usulan Komisi VIII DPR RI, untuk musim haji 2017 jamaah haji yang akan menggunakan tenda baru. Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher Parasong mengatakan saat ini tenda baru sudah siap 100 persen. “Berbeda dengan tenda tahun lalu, tenda baru tersebut antipanas dan akan ada tambahan penyejuk udara,” ujar Ali.

Di kesempatan yang sama Anggota Komisi VIII DPR RI Achmad Mustaqim menerangkan dengan kehadiran tenda baru ini tidak lain demi kenyamanan para jamaah.

"Ketika satu tim ke sana untuk melihat barang dan kelengkapan, kami mempertimbangkan suhu di Saudi selama dua tahun yang mencapai 50 derajat Celcius. Saudi harusnya bisa memberi pelayanan terbaik, maka hadirlah tenda baru ini," kata Achmad. 

Sedangkan biaya untuk upgrade tenda sebesar 200 riyal Saudi dengan interval 2 hingga 10 persen seandainya ada perubahan harga. Ini merupakan hadiah untuk seluruh jamaah haji Indonesia. “Semoga kualitas pelayanan menjadi lebih baik," ujarnya.

Kemudian Panja BPIH DPR dan Kementerian Agama turut menyepakati biaya rata-rata sewa pemondokan Madinah sebesar 850 riyal Saudi, dengan sistem sewa semi musim dan dibiayai dari dana optimalisasi (indirect cost). Panja juga menyepakati total indirect cost BPIH 2017 sekitar Rp 5,5 triliun dengan rincian garis besar terdiri dari biaya pelayanan jamaah di Saudi sekitar Rp 4,7 triliun, biaya pelayanan jamaah di dalam negeri Rp 270 miliar, biaya operasional haji di Saudi Rp 274 miliar, dan biaya operasional haji dalam negeri Rp 167 miliar.

“Mereka juga sepakat mengenai alokasi safe guarding dalam indirect cost sebesar Rp 40 miliar. Dana ini akan dimanfaatkan untuk antisipasi selisih kurs, suatu kejadian yang tidak dapat dihindarkan (force majeure), dan timbulnya biaya tidak terduga yang terkait dengan pelayanan langsung terhadap jamaah,” papar Achmad.

Berdasarkan survei BPS, adanya peningkatan Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) tahun 2016 menjadi 83,83 atau naik sebesar 1,16 poin dibanding 2015 sebesar 82,67. Ada sembilan kategori layanan yang disurvei BPS kepada jemaah haji. Survei meliputi layanan petugas kloter, layanan transportasi, layanan ibadah, layanan bus antarkota, layanan petugas nonkloter, layanan lainnya atau layanan umum, layanan katering, layanan pemondokan, dan layanan bus Armina. Antisipasi dilakukan dalam pelaksanaan ibadah haji 2017, mengingat ada penambahan kuota haji 2017, sebanyak 221.000.

Jumlah ini meliputi kuota haji reguler sebanyak 204.000 dan kuota haji khusus 17.000. Kuota haji reguler terdiri atas kuota jemaah haji regular sebanyak 202.518 orang dan petugas haji daerah 1.482 orang, sedangkan kuota haji khusus terdiri atas kuota jemaah 15.663 orang dan petugas 1.337 orang. (nat/dbs)

 


Back to Top