Gelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, Ini Jajaran Direksi Terbaru BNI Syariah

gomuslim.co.id- Setelah mengemban amanah sebagai Direktur Utama BNI Syariah selama kurang lebih satu tahun, Imam Teguh Saptono kini resmi lengser dari jabatannya. Hal sama juga berlaku bagi Direktur Bisnis Konsumer BNI Syariah yang sebelumnya dijabat Kukuh Rahardjo, kini diganti direksi yang baru.

Keputusan ini seiring dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) BNI Syariah 23 Maret 2017. Dalam keputusan tersebut, posisi Imam digantikan Abdullah Firman Wibowo sedangkan Kukuh Rahardjo diganti oleh Dhias Widhiyati yang mana keduanya efektif setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sebelumnya, Firman menjabat sebagai General Manager Divisi Pengelolaan Perusahaan Anak BNI dan Dhias menjabat sebagai SEVP Bisnis Komersial BNI Syariah. Pengangkatan keduanya efektif setelah lulus fit and proper test OJK.

Menurut Sekretaris Perusahaan PT Bank BNI Syariah, Endang Rosawati, keputusan pada RUPS LB mengenai perubahan Manajemen BNI Syariah merupakan wewenang dari pemegang saham. “Perubahan direksi merupakan kewenangan pemegang saham dalam rangka mempersiapkan BNI Syariah menjadi bank yang modern, dinamis, dan mencakup semua golongan,” ujar Endang.

Imam Teguh Saptono dan Kukuh Rahardjo ditetapkan menjadi direktur utama dan direktur BNI Syariah melalui keputusan RUPS BNI Syariah pada Kamis, 25 Februari 2016, lalu. Imam diangkat menjadi pemimpin anak usaha PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero) pada 2016 untuk menggantikan Dinno Indiano. Imam juga pernah menjabat sebagai direktur risiko dan kepatuhan BNI Syariah dan bergabung dengan Tim Implementasi Pembentukan Bank Umum Syariah pada tahun 2009.

Di akhir Desember 2016, kinerja BNI Syariah menunjukkan pertumbuhan positif dengan posisi laba sebesar Rp 277,37 miliar atau meningkat 21,38 persen dibanding Desember 2015 sebesar Rp 228,52 miliar.

Kenaikan laba didukung oleh komposisi rasio dana murah (CASA) yang meningkat, yakni 47,63 persen lebih baik dari tahun sebelumnya sebesar 46,15 persen. Juga efisiensi penurunan biaya operasional (BOPO) menjadi 87,67 persen dari sebelumnya sebesar 89,63 persen. Sementara dana pihak ketiga meningkat sebesar Rp 24,23 triliun, tumbuh 25,41 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 19,32 triliun.

BNI Syariah per akhir Desember 2016 mencapai Rp 28,31 triliun atau naik 23,01 persen dari posisi Desember 2015 sebesar Rp 23,01 triliun dengan kualitas pembiayaan (NPF) di bawah tiga persen. Di akhir 2016 pula, pangsa pasar BNI Syariah terhadap industri perbankan syariah sebesar 7,94 persen dengan memberikan kontribusi laba sebesar 13,23 persen yang membawa BNI Syariah pada peringkat aset terbesar ketiga di industri perbankan syariah kategori Bank Umum Syariah.

Menurutnya, hal ini didukung dengan penyaluran pembiayaan sebesar Rp20,49 triliun yang terbagi menjadi empat segmen di antaranya ritel produktif dan komersial sebesar Rp8,00 triliun, pembiayaan konsumer sebesar Rp10,91 triliun. (njs/dbs)

 


Back to Top