Ini Kesepakatan Pemerintah Tentang Besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji 2017

gomuslim.co.id- Pelaksanaan ibadah haji tahun 2017 masih beberapa bulan lagi. Sejumlah persiapan pun terus dilakukan pemerintah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi jemaaah. Baru-baru ini, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan seluruh pimpinan Komisi VIII DPR RI telah menandatangani aturan tentang besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1438 H/2017 M.  

Pemerintah memutuskan besaran rata-rata BPIH yang dibayar langsung oleh Jemaah Haji untuk tahun 1438H/2017M rata-rata sebesar Rp34.890.312. Besaran BPIH tahun 1438 H/2017 M naik sebesar 0,72% atau sebesar Rp249.008 dibanding BPIH tahun lalu. Keputusan ini disepakati pada Rapat Kerja di Gedung Parlemen Senayan Jakarta, Jumat (24/3/2017)

"Pemerintah dan DPR berdasarkan laporan dari Panitia Kerja (Panja) BPIH, bersama mensepakati dan hari ini menandatangani BPIH tahun 1438H/2017M sebesar Rp34.890.312, dan kita sepakati sebagai direct cost,” ujar Ketua Komisi VIII, Ali Taher.

Ia menjelaskan bahwa ada kenaikan sebesar Rp249.008. “Kenaikan ini sangat rasional, objektif, dan proporsional berdasarkan dua hal penting, karena pertama, mempertimbangkan kenaikan bahan bakar Avtur, dan kedua mempertimbangkan faktor inflasi di Pemerintahan Arab Saudi," tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Agama telah melakukan pembahasan panjang BPIH sejak awal Februari lalu. Ali mengatakan penyelenggaraan ibadah haji 2017 berbeda dengan penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun sebelumnya, terutama disebabkan adanya kenaikan kuota haji sebesar 31,4 persen.

Menurut Ali, Komisi VIII DPR RI menyepakati beberapa kebijakan dasar untuk penyelenggaraan ibadah haji 2017, di antaranya komponen penerbangan dan seluruh transaksi dalam negeri menggunakan rupiah. Sesuai dengan amanat Pasal 21 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dan mencantumkan syarat penggunaan mata uang rupiah dalam ketentuan lelang maskapai penerbangan haji. “Transaksi biaya operasional haji di Arab Saudi menggunakan mata uang Saudi Arabia Riyal (SAR),” jelas Ali.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mudjahid mengatakan, ada beberapa alasan mengapa BPIH tahun ini naik dan tidak turun seperti tahun sebelumnya. Pada 2015, DPR bertekad menyusun dan menetapkan kerangka dan standar dasar BPIH, baik kegiatan, volume dan harga satuan. "Dalam misi ini, maka banyak kegiatan, jumlah dan satuan yang tergerus," ujarnya.

Setelah mempunyai standar yang sudah ditetapkan pada 2015 tersebut, DPR ingin melangkah kepada upaya peningkatan mutu pelayanan haji yang signifikan. "Dalam kerangka misi peningkatan mutu  inilah, walaupun DPR sebelumnya memperjuangkan agar BPIH 2017 maksimum sama dengan 2016, namun akhirnya menyepakati angka tersebut (Rp 34,9 juta) dengan catatan peningkatan mutu pelayanan ibadah haji," kata Sodik.

Sementara itu, Menag dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada Komisi VIII DPR RI yang telah berhasil menetapkan dan memberikan persetujuan BPIH 1438H/2017M. "Ini tentu melalui proses yang panjang," ujar Menag.

Komponen BPIH yang dibayar langsung oleh Jemaah Haji sama dengan tahun lalu, terdiri dari dari tiket pesawat dan passenger service charge, pemondokan Makkah, dan Living Allowance. Besaran rata-rata BPIH yang dibayar langsung oleh Jemaah Haji untuk tahun 1438H/2017M rata-rata sebesar Rp34.890.312.

Besaran rata-rata BPIH dimaksud terdiri atas biaya tiket penerbangan sebesar Rp26.143.812, pemondokan Makkah sebesar SAR950 setara Rp3.391.500 dan Living Allowance sebesar SAR1.500 setara Rp5.355.000. (njs/kemenag/dbs)

 


Back to Top