Lawan Kebencian, Penerbit Buku Islam di Amerika Serikat Berjuang Keras Sebarkan Islam Sesungguhnya

gomuslim.co.id- Tantangan dakwah Islam semakin besar seiring dengan gencarnya reaksi Islamophobia di beberapa Negara. Sejumlah komunitas muslim kini terus berpikir keras melawan kesalahpahaman tentang Islam di masyarakat. Salah satunya adalah di Negara Amerika Serikat.

Baru-baru ini, penerbit buku Islam di Negeri Paman Sam bekerja keras untuk menyebarkan  pesan Islam sesungguhnya melalui buku yang mereka terbitkan. Hal ini dilakukan seiring dengan meningkatnya kesalahpahaman tentang Islam dan insiden kejahatan kebencian di Amerika Serikat.

Penerbit buku mengakui bahwa saat ini banyak pihak yang mulai kritis terhadap agama. Khususnya mereka yang memiliki pendidikan tinggi. Untuk itu keberadaan buku Islam, Alquran, buku anak-anak muslim sangat dibutuhkan bagi pembaca.

“Meskipun ada nuansa bisnis dalam industri penerbitan Muslim namun salah satu tujuan bersama antara penerbit jelas yakni untuk menyediakan sumber daya yang secara akurat mewakili keyakinan dan pengalaman masyarakat yang berbeda, termasuk pengalaman Muslim di AS dan muslim seluruh dunia,” ujar perwakilan Publisher’s Weekly seperti dilansir dari publikasi huffingtonpost, Jumat (23/3/2017).

Penerbit lainnya, Comma Press berjanji hanya akan menerbitkan buku-buku dari  penulis yang berasal dari negara-negara yang terkena dampak perintah eksekutif presiden Donald Trump. Hal ini diperlukan agar warga AS mengetahui fakta sebenarnya tentang muslim di negara-negara tersebut.

Bukan hanya penerbit, perpustakaan juga melakukan bagian mereka untuk memberikan informasi yang akurat tentang Islam. American Library Association melakukan kampanye yang bertajuk #LibrariesRespond. Pihak perpustakaan memberikan informasi terkait insiden kejahatan kebencian yang terjadi.

Berdasarkan data dari Southern Poverty Law Center, sebuah organisasi yang fokus pada kejahatan kebencian dan mempromosikan toleransi, saat ini terdapat 101 kelompok anti-Muslim di Amerika. Kejahatan kebencian anti-Muslim meningkat 67 persen dari tahun sebelumnya.

Sebagai informasi, sejarah perkembangan Islam di Amerika Serikat menurut Dr Hannas dalam sebuah jurnal ilmiah berjudul 'Sejarah Perkembangan Islam di Amerika Serikat' dapat terbagi dalam lima gelombang. Gelombang pertama terjadi sekitar Abad ke-17  Perang Dunia I, yaitu sekitar 1875 hingga 1912. Pada gelombang ini, masuk imigran-imigran Muslim dari Libanon, Suriah, Yordania, dan Palestina. Mereka datang dengan pengharapan untuk memperbaiki kondisi kehidupan mereka di AS.

Setelah itu, pasca-Perang Dunia I, gelombang imigran Muslim datang ke AS, sekitar 1918 hingga 1922. Kemudian, gelombang ketiga pada 1930 hingga 1938, dan bertepatan dengan terjadinya Perang Dunia II. Pada saat itu, terjadi imigrasi besar-besaran imigran Muslim ke AS. Sedangkan, gelombang keempat pada 1947 hingga 1960. Di gelombang keempat, perpindahan imigran Muslim besar-besaran tidak terlepas dari kondisi dan penindasan politik di negara-negara asal mereka.

Pada masa ini, jumlah terbesar imigran Muslim adalah dari Palestina yang terusir dengan didirikannya negara Israel pada tahun 1948, kemudian orang Mesir yang merasa dirugikan oleh kebijakan Presiden Gamal Abdel Nasser, dan orang Islam  Eropa Timur yang mencoba melarikan diri akibat Perang Dunia II dan pemerintahan komunis. Akhirnya, gelombang kelima terjadi pada 1967 hingga saat ini. (njs/ huffingtonpost/dbs)

 


Back to Top