Kementerian Pariwisata Mesir Siapkan 20 Bus untuk Berangkatkan Jemaah Umrah Lewat Jalur Darat

gomuslim.co.id-  Sobh Abdel Fattah Direktur Umum Transportasi Kementerian Pariwisata Mesir mengumumkan, keberangkatan jemaah umrah pertama pada musim tahun ini akan dimulai pada Rabu mendatang (29/03). Abdel Fattah menambahkan, 20 bus pariwisata sudah disiapkan untuk mengantar para jemaah melalui jalur darat. Sementara itu, menurutnya, jumlah jemaah yang sudah mendaftar hingga saat ini sebanyak 800 orang, seperti dilaporkan Youm7.com pada (24/03).

Menurut Abdel Fattah, Menteri Pariwisata Mesir Yahya Rashid menekankan agar bus yang digunakan untuk mengantar jemaah umrah setidaknya bus itu diproduksi pada tahun 2009, tidak boleh kurang dari tahun tersebut. Selain itu, bus juga harus dibekali dengan GPS dan berjalan pada kecepatan yang telah ditentukan.

Di sisi lain, bus juga tidak boleh membawa penumpang lebih dari 40 orang. Sisa kursi yang masih kosong digunakan untuk menyimpan tas dan koper para jemaah umrah. “Hal ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan pada para jemaah umrah,” lanjut Abdel Fattah.

Perwakilan Kementerian Pariwisata Mesir mengecek langsung ketersedian dan fasilitas bus di 5 provinsi, Sharm el-Sheikh, Hurghada, Luxor, Aswan, dan Alexandria. “Tim kami datang untuk memastikan rem, mesin, lampu, ban, dan kursi bus tidak bermasalah,” jelas Abdel Fattah. Selain itu, pihak Kementerian Pariwisata Mesir memastikan kondisi kesehatan para pengemudi bus jemaah umrah tersebut.

“Kami pastikan para supir bus pengangkut jemaah umrah ini terbebas dari narkoba, penyakit yang membahayakan, dan risiko lainnya yang dapat membahayakan perjalanan menuju Tanah Suci,” ungkap Abdel Fattah. Untuk mengatisipasi kelelahan supir bus, pihak Kementerian Pariwisata mewajibkan setiap dua bus disediakan satu supir cadangan.

Komite Kementerian Pariwisata akan menunggu para jemaah di beberapa titik yang telah ditentukan, seperti Pelabuhan Nuweiba yang terletak di bagian Selatan Sinai, Pelabuhan Al-‘Aqabah di Yordania, dan Hallat Ammar, daerah perbatasan Yordania-Arab Saudi. “Tim kami akan terus memantau perjalanan bus hingga sampai ke tempat tujuan,” pungkas Abdel Fattah.

Untuk diketahui, sesuai undang-undang yang berlaku di Pemerintahan Arab Saudi, ibadah umrah dapat dilakukan sejak bulan Safar hingga pertengahan bulan Syawal. Namun demikian, Mesir hanya memberlakukan umrah pada bulan Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan. Bulan-bulan inilah yang biasa dipilih jemaah umrah Mesir untuk melakukan ibadah sunah di Tanah Suci. Terhitung mulai Rabu (29/03), kalender hijriah 1438 sudah memasuki bulan Rajab. (ihs/dbs)


Back to Top