Pasangan Suami Isteri Muslim Ini Organisir Aksi Damai di Birmingham Inggris

gomuslim.co.id- Islam adalah agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian. Hal ini sesuai dengan salah satu ayat Alquran Surat al-Anbiya ayat 107 yang menyatakan bahwa Islam adalah agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan untuk seluruh alam semesta atau rahmatan lil alamin.

Pesan perdamaian ini menjadi salah satu fokus utama dalam dakwah Islam di beberapa Negara, termasuk di Inggris. Baru-baru ini, sejumlah tokoh agama dan warga sipil menggelar aksi damai di pusat Kota Birmingham. Mereka menyampaikan pesan bahwa Birmingham bukanlah ibu kota teror di Inggris.

Aksi damai yang digelar di Victoria Square pada Sabtu (25/03) siang itu diikuti lebih dari 200 orang. Warga menggelar aksi damai ini sebagai respons atas serangan yang terjadi di Westminster pada Rabu (22/03) lalu. Warga memastikan Birmingham tetap aman dan jadi tempat bagus untuk berbisnis dan berwisata.

Menariknya, aksi damai ini diorganisasi tokoh pasangan suami istri Muslim Salma Yaqoob dan Waqar Azmi. Dalam aksi itu, hadir pula Ketua Dewan Kota Birmingham John Clancy, dan sejumlah tokoh lainnya termasuk perwakilan lintas agama seperti perwakilan Keuskupan Birmingham David Urquhart dan beberapa imam. Poster dengan aneka tulisan nampak diusung dalam aksi tersebut.

“Birmingham disebut-sebut sebagai ibukota para pelaku teror di Inggris. Karena itu, hari ini kami melalui aksi ini membantahnya,” kata Salma Yakoob sebagaimana dilansir dari publikasi Birmingham Mail, Sabtu (25/3/2017).

Yaqoob menuturkan bahwa apa yang dilakukan pelaku serangan di Westminster jelas dikecam semua Muslim. Teror, lanjutnya, bukan bagian nama para Muslim. Keuskupan Birmingham juga membantah pemberitaan negatif atas kota tersebut dengan menunjukkan persatuan warga dan para tokoh lintas agama. Perwakilan dari sekitar 200 masjid juga bergabung dalam aksi itu bersama warga lain.

Sebelumnya, komunitas muslim Inggris menggelar kampanye penggalangan dana (crowdfunding) untuk para korban terror di London. Mereka berhasil terkumpul US$37 ribu, atau hampir Rp500 juta.

Seorang saksi bernama Muddassar Ahmed mengaku dirinya melihat langsung kejadian tersebut. "Aku ada di sana dan sangat terkejut. Karena itu, aku harus melakukan sesuatu untuk para korban, yaitu menggalang dana sebagai bentuk empati," katanya, seperti dilansir dari publikasi Aljazeera, Minggu (26/03/2017).

Ahmed, kemudian memanggil teman-temannya untuk membantu dengan penggalangan dana. Dua anggota Parlemen Muslim Inggris (Naz Shah dan Yasmin Qureshi) telah sejak menyuarakan dukungan inisiatif mereka bagi Muslim Inggris, khususnya London.

"Daripada hanya berkoar mengutuk serangan, lebih baik kita proaktif dan benar-benar melakukan sesuatu. Ini menurutku bagian dari solusi," tegas Ahmed.

Beberapa tokoh masyarakat Muslim Inggris, tetap prihatin tentang reaksi mungkin dalam setelah serangan itu.  Menyusul kekerasan serupa di seluruh Eropa dalam beberapa tahun terakhir, umat Muslim telah menderita hukuman kolektif, karena beberapa aksi teror yang menyamakan Islam dengan terorisme. (njs/dbs/foto: ilustrasi)


Back to Top