'Diary Santri’ Jadi Film Pendek Terbaik di Ajang Festival Film Santri 2017

gomuslim.co.id- Kiprah perfilman religi karya anak bangsa kian melejit dengan maraknya film-film pendek yang menghiasi nominasi Festival Film Santri. Sebuah film bernuasa Islami berjudul ‘Diary Santri’ meraih penghargaan film pendek terbaik dan sutradara dalam Festival Film Santri 2017. Film hasil garapan sutradara Shinta Wina Maryani dari Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo, Jawa Timur meraih penghargaan film pendek terbaik dan sutradara dalam Festival Film Santri 2017.

Dia mengaku senang dan bersyukur karena jerih payah yang dilakukannya bersama rekan-rekan santri membuahkan hasil yang maksimal. “Kami tidak menyangka karya yang dibuat bersama rekan-rekannya bisa menyabet dua penghargaan sekaligus dalam lomba film pendek antar pesantren se-Indonesia,” tukas Shinta. 

Hal senada juga disampaikan oleh Aliyah Zainul Hasan, selaku siswa kelas XI Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong yang merasa senang dan puas. 

"Alhamdulillah, kami senang sekali dan semoga dengan film itu, orang-orang terinspirasi khususnya santri bisa jadi lebih maju," kata Aliyah.

Film ‘Diary Santri’ bercerita tentang seorang santri perempuan bernama Ainun yang ingin menebar manfaat bagi lingkungan sekitarnya dan santri tersebut berasal dari desa terpencil yang kualitas sekolahnya sangat terbelakang, sehingga hatinya terketuk untuk membuat sekolah di desanya menjadi maju.

"Ainun ingin bermanfaat untuk orang-orang yang ada di desa. Dia terinspirasi dari hadits yang diajarkan gurunya waktu di sekolah bahwa sebaik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain," tukasnya.

Shinta mengaku dalam pembuatan film itu, ia dan tim membutuhkan waktu yang cukup singkat yakni sekitar dua minggu. Sebelumnya, untuk mengikuti lomba tersebut, Shinta dan teman-teman santri lainnya mengikuti workhsop perfilman yang diadakan oleh pihak Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo.

Di pihak lain pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong KH Hassan Ahsan Malik menuturkan film pendek ‘Diary Santri’ merupakan jalan dakwah santri melalui dunia perfilman yang menjadi jalan ikhtiar dalam berjihad menyebarkan pesan-pesan moral anak bangsa. 

"Cita-cita mulia yang muncul dari ide-ide anak pesantren bisa dikemas dengan mengisi dunia hiburan. Harapannya, semoga nanti akan muncul sutradara-sutradara terbaik dari berbagai pesantren di Indonesia yang mampu memberi warna dakwah bil hal di layar kaca," ujar Zainul.

Film ‘Diary Santri’ berhasil unggul dari empat nominator lainnya yakni sutradara film ‘Alif’ Edy Prasojo dari Pondok Pesantren Nurul Huda Pringsewu Lampung, sutradara film ‘A Light’ Riski Hanifa dari Pondok Pesantren Al Ikhlas Putri Ciawigebang Kuningan Jawa Barat, sutradara film ‘Jujur = Pintar’ Zaira Rizqiany Firdaus dari Perspective of Sineas SMK Al Wafa Bandung, serta sutradara film ‘96’ Zafran Nabil Fauzan, dari Raru Production Pondok Pesantren Modern Rahmatul Asri Enrekang, Sulawesi Selatan.

Penilaian dilakukan oleh tiga dewan juri yaitu Habiburrahman El Shirazi, Dani Sapawie dan Embi C Noer. Sebelumnya, para juri telah menyeleksi secara ketat sebanyak 118 naskah yang diterima panitia penyelenggara lomba film pendek antar pesantren se-Indonesia. 

Sementara itu para pemenang lomba film pendek antar pesantren se-Indonesia berhasil menyabet prestasi dengan tiga kategori yakni kategori penulis skenario terbaik, sutradara terbaik, dan film pendek terbaik. Pemenang telah diumumkan pada acara malam Anugerah Festival Film Santri 2017 di Jakarta, pada Sabtu (25/03/2017). (nat/antara)


Back to Top