Iran Akan Buka Kantor Urusan Haji di Arab Saudi

gomuslim.co.id– Organisasi Haji dan Wisata Iran beserta Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyepakati jumlah kuota calon jemaah Iran sebanyak 85 ribu jemaah. Wakil Wali Fakih Iran Urusan Haji dan Wisata Qazi Askar menyampaikan, Iran akan membuka kantor urusan haji di Arab Saudi dalam waktu dekat ini, seperti dilaporkan Daralakhbar pada Senin (27/03).  

Konflik politik antara Iran dan Arab Saudi mempengaruhi terhadap urusan haji jemaah Iran pada tahun 2016. Akibatnya, jemaah Iran tidak dapat melaksanakan ibadah haji sebagaimana umat muslim lainnya. “Sebenarnya, Iran sejak awal menegaskan bahwa urusan ibadah haji tidak ada kaitannya dengan konflik politik antara Arab Saudi dan Iran,” tegas Qazi Askar.

Kedutaan Besar Arab Saudi yang bertempat di Teheran dibakar oleh masyarakat Iran yang emosi akibat vonis hukuman mati pada tokoh Syiah di Arab Saudi Nimr al-Nimr oleh Kerajaan Saudi. Aksi ini dibalas sebagian kecil masyarakat Arab Saudi dengan pemboikotan kantor urusan haji Iran di Aziziyah, Mekah.

Menurutnya, urusan haji adalah urusan agama yang tidak boleh dikaitkan dengan masalah politik. Karenanya, pertemuan perwakilan kedua negara pada bulan lalu hanya membahas perihal urusan haji, seperti sistem keamanan untuk para jemaah haji, pengeluaran visa untuk jemaah Iran, pelayanan konsuler, teknis pemberangkatan jemaah iran ke Arab Saudi dan tindak lanjut masalah hukum terkait korban Mina dan Masjidil Haram.

“Kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menjalin kesepahaman terkait permasalahan jemaah haji Iran, namun kesepahaman itu tidak terjadi pada tahun lalu dengan Arab Saudi,” jelas Qazi Askar.

Sebelumnya, Qazi Askar menyampaikan dalam jumpa pers di Iran pada (18/03), Arab Saudi sudah mempersiapkan sistem keamanan terbaik untuk menjaga para jemaah haji dari seluruh dunia agar nyaman dan mudah dalam melaksankan ibadah haji.

Pembahasan kompensasi korban jemaah Iran di Mina, menurut Qazi, Raja Salman telah memutuskan bahwa pembayaran kompensasi dibebankan pada Perusahaan Ben Laden. “Jadi Perusahaan Ben Laden yang akan menanggung semua kerugian korban Mina,” lanjut Qazi.

Sedangkan, terkait ritual khusus jemaah haji Iran, Qazi menyampaikan, teknisnya masih dalam pembicaraan antara kedua belah pihak, Iran dan Arab Saudi. Ritual khusus yang dimaksud adalah pembacaan doa Kumail yang dilakukan setiap malam Jumat selama musim haji. Doa tersebut dibacakan di pelataran Masjid Nabawi yang dijaga ketat pihak keamanan Arab Saudi.

Dalam keyakinan penganut Syiah, doa Kumail merupakan doa yang diajarkan oleh Ali r.a. kepada sahabat Kumail bin Ziyad an-Nakha'i. Kumail adalah sahabat pilihan Ali. Ketika Imam Ali memerintah, (35-40H), Kumail dlantik menjadi wali kota Hait. Kumail wafat pada tahun 83 hijrah dalam usia 90 tahun. Kumail dimakamkan di suatu tempat bernama Tsaubah, yang terletak di antara Najaf al-Asyraf dan Kufah, di Iraq. (ihs/dbs)


Back to Top