Masjid Jogokariyan Yogyakarta Tingkatkan Ekonomi Umat

gomuslim.co.id- Keberadaan masjid di tengah perkembangan era digital memiliki peran yang kian meluas. Tak hanya sekedar rumah ibadah dan ta’lim. Saat ini masjid dapat membuat pandangan baru terhadap masyarakat tentang masjid makmur, ‘dimakmurkan masjid’ dan ‘memakmurkan masjid’.

Salah satu masjid di Yogyakarta, masjid Jogokariyan. Sudah mencontohkan kemandirian rumah peribadatan. Tim manajemen Masjid Jogokariyan, Suharyanto, mengatakan masjid ini mampu mandiri secara ekonomi.

Beberapa usaha telah dibukanya, seperti penginapan dan menyewakan ruang pertemuan. Selain itu, di masjid ini dibangun Islamic Center yang digunakan sebagai tempat segala aktivitas pelayanan kepada jamaah.

Lebih lanjut, kata Suharyanto, penginapan yang dibangun dengan 11 kamar mampu mengumpulkan laba setiap tahunnya sebesar Rp 30 sampai 35 juta. Harga kamar dipatok Rp 150 ribu untuk regular dan Rp 250 ribu untuk kamar keluarga.

"Kita kan selama ini banyak kunjungan dari luar daerah sekalian studi banding, tamunya bisa sekalian menginap," ujar Suharyanto.

Masuknya kas pendapatan dari penyewaan penginapan tersebut dikelola untuk peningkatan sarana dan prasarana fisik. Penginapan yang baru digunakan pada tahun 2012 itu didirikan atas dana gabungan dari masyarakat dan usaha masjid sebelumnya. Namun, masyarakat tidak dipaksa untuk memberikan sumbangan. Sumbangan dari jamaah bersifat sukarela.

“Penginapan tersebut dikelola oleh bagian rumah tangga masjid. Pihak masjid juga akan menghubungkan kepada masyarakat apabila ada tamu yang ingin memesan suvenir seperti kaos bertuliskan Masjid Jogokariyan,” kata Suharyanto.

Terjalinnya sinergi antara masjid dan masyarakat kian berkembang. Masjid yang mulai dibangun pada tahun 1966 dan digunakan di tahun 1967 tersebut lambat laun dapat menjadi salah satu peningkat ekonomi umat.

Suharyanto bersyukur masjid Jogokariyan mampu berkontribusi kepada masyarakat dalam meningkatkan pendapatan meskipun tidak besar. Misalnya, ketika ada studi banding yang sekaligus menginap di penginapan milik masjid mereka bisa membeli katering ke warga setempat.

Tak hanya itu, masjid Jogokariyan juga mempunyai program pemberian modal usaha kepada warga kategori fakir miskin sebesar Rp 1 sampai 2 juta rupiah. "Pengembalian dibebaskan, tak dikembalikan pun tak apa-ap,  syaratnya hanya satu, yakni masuk kategori fakir atau miskin. Karena dananya diambil dari pendanaan zakat untuk pemberdayaan," tandas Suharyanto.

Untuk diketahui, jumlah masjid di Indonesia mencapai 800 ribu masjid. Jumlah masjid yang mencapai 800 ribu, memiliki potensi besar sebagai penyokong ekonomi umat Islam. Oleh sebab itu beberapa masjid di Nusantara mulai menggarap program masjid makmur sehingga turut mampu memberikan kesejahteraan kepada masyarakat dan turut berkontribusi mengatasi kemiskinan. (nat/dbs)

 


Back to Top