Perkuat Ekonomi Nasional, Kenya Siapkan Aturan Baru untuk Keuangan Syariah

gomuslim.co.id- Keuangan syariah merupakan salah satu industri yang pertumbuhannya paling cepat dari industri keuangan, dan bukan hanya di Timur Tengah. Pertumbuhan perbankan syariah melebihi perbankan konvensional selama dekade terakhir dan sekarang menyumbang lebih dari 20 persen dari aset perbankan di 10 negara. Salah satu Negara yang kini mulai mengembangkan sektor ini adalah Kenya.

Setelah tertunda selama dua tahun karena konflik, Kenya kini mulai menyiapkan peraturan tentang keuangan syariah. Hal tersebut diyakini Otoritas Sektor Keuangan yang optimistis bahwa Sekretaris Kabinet Otoritas Perbendahaaan Nasional Kenya Henry Rotich bakal memasukan pedoman untuk memandu operasi keuangan syariah tahun ini, saat daftar program keuangan dipresentasikan dalam anggaran 2017/2018 pada Kamis (30/3/2017) mendatang.

“Pada 2017, kami berniat memiliki peraturan untuk pengawasan seluruh pelayanan keuangan syariah di negara ini,” ujar Kepala Pengawasan Asuransi Gabungan Otoritas yang berkaitan dengan Asuransi Mary Nkiomu, seperti dilansir dari publikasi the-star.co, Selasa (28/3/2017).

Nkiomu mengatakan Kantor Proyek Manajemen Keuangan Syariah yang didirikan pada Desember 2015, telah mengajukan proposal ke Perbendaharaan Nasional. Pedoman tersebut akan memungkinkan sektor keuangan dan sektor regulator untuk menggabungkan kerangka regulasi keuangan Islam.

Lembaga Keuangan Islam sebagian besar beroperasi di lingkungan yang berkaitan dengan prinsip -prinsip agama, didukung dengan peraturan konvensional. Kurang jelasnya aturan tersebut, bagaimanapun juga menghambat pertumbuhan pada produk asuransi syariah.

Sektor keuangan syariah yang telah berumur satu dekade di negara itu, mencakup tiga bank syariah, penyedia asuransi Tafakul dan beberapa pengetahuan Islam. IRA adalah satu-satunya regulator keuangan dengan kerangka kerja yang telah memasukan keuangan syariah, dengan pedoman yang jelas dalam pelaksanaan asuransi syariah.

Pedoman tersebut disusun pada tahun 2015 dan akan diluncurkan ke publik untuk konsultasi pada tahun ini. Keterlambatan peluncurann tersebut dikaitkan dengan serangan teroris selama bertahun -tahun dan fakta bahwa Tafakul tidak ada dalam Undang-undang Asuransi.

“Sekretaris Kabinet untuk Perbendaharaan Nasional sedang berkonsultasi dengan IRA yang telah diberi kewenangan untuk mengembangkan dan membuat peraturan terkait dengan asuransi syariah,” jelas Nkiomu.

Asuransi Tafakul Afrika saat ini hanya patuh kepada perusahaan asuransi syariah di negara ini. Perusahaan tersebut masuk pasar Kenya pada 2010 setelah menerima lampu hijau dari IRA mengenai syarat yang diperlukan perusahaan untuk mematuhi UU Asuransi

Sebelumnya, Al Huda Centre of Islamic Banking and Economics (CIBE) berkomitmen untuk mengadakan roadshow memperkenalkan perbankan dan keuangan islam di Afrika dan Asia Tengah. Roadshow ini akan dimulai di Tanzania pada Maret 2017 dalam rangkaian KTT Keuangan Islam Afrika dan Takaful Afrika Forum, serta diikuti oleh pelatihan khusus di Kazakhstan pada April 2017.

Rangkaian roadshow tersebut akan mencakup 8 negara di Afrika dan 5 negara di Asia Tengah, yakni mulai dari Tanzania, Nigeria, Uganda, Mauritius, Kamerun, Afrika Selatan, Kenya, Maroko, Kazakhstan, Tajikistan, Uzbekistan, Kyrgyzstab, dan Azerbaijan. (njs/thestar/dbs)

 


Back to Top