Inilah 'Calendar of Event 2017' Pariwisata Sumatra Barat

gomuslim.co.id- Tahun ini kota Padang Sumatera Barat sudah menyiapkan 15 agenda event yang akan mempesona wisatawan. Pasalnya, pemecahan rekor MURI pun akan menjadi bagian dari agenda tersebut. 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang, Medi Iswandi mengatakan dalam setahun ada 15 event pariwisata yang siap digelar di Kota Padang. Beberapa diantaranya yang berskala besar akan dimaksimalkan pelaksanaannya.

Pada April 2017 akan digelar lima agenda wisata yang termasuk diantaranya untuk memecahkan rekor MURI. Bagi yang suka sport tourism, ada Lomba Selaju Samoan yang siap menyapa pada 12 sampai 15 April di Banda Bakali.

Kemudian akan dilanjutkan pemecahan rekor MURI dengan penampilan 1.000 Baju Kuruang Basiba di Pantai Padang dan Festival Siti Nurbaya pada 13 sampai 17 April di Pantai Padang.

“Bagi wisatawan yang suka nonton kontes kecantikan, ada Pemilihan Uda dan Uni Kota Padang pada 17 sampai 29 April di Hotel Kyriad Bumi Minang,” kata Medi. Sedangkan yang suka belanja dan kuliner, ada Padang Fair pada 28 April sampai 8 Mei 2017.

Tak hanya itu, pada Juli 2017 akan digelar agenda paling akbar bertaraf internasional yakni Pertemuan Ulama se-Asia Tenggara pada 16 sampai 23 Juli.

“Pada Juli, Padang juga akan jadi lokasi finish penyelenggaraan Tour de Singkarak. Lokasinya di Pantai Cimpago. Serta diadakan pula Lomba Qasidah Lasqi se-Indonesia pada bulan yang sama dan Padang menjadi tuan rumahnya," ujarnya.

Di bulan September, Padang akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Minangkabau Halal Tourism Fair serta Musyawarah Besar Dewan Ekonomi Syariah Indonesia. Baru 6 September, Padang juga jadi tuan rumah Festival Kuliner Minangkabau di Taman Melati.

Selanjutnya, pada 1 Agustus 2017 akan dilaksanakan Festival Dragon Boat Internasional di Banda Bakali dilanjutkan Pawai Telong-Telong di Pantai Cimpago pada 6 Agustus 2017.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Esthy Reko Astuti mengatakan dengan memiliki calendar of event yang telah diumumkan jauh hari sebelumnya, akan menarik banyak kunjungan wisatawan ke daerah tersebut.

"Kegiatan yang diadakan di Kota Padang, tentu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Apalagi dengan kejelasan kapan diadakannya, akan dijadikan catatan agenda bagi travelers," tukas Esthy.

Pemerintah Kota bersama pengusaha dapat membangun destinasi wisata yang berdaya saing, serta memperkenalkan kuliner tradisional Indonesia, khususnya yang ada di Kota Padang.

"Semoga melalui kegiatan ini dapat memperkenalkan kuliner unggulan daerah dan menjadi ikon di daerahnya. Kita memiliki potensi kuliner yang bervariasi dan rasanya menyenangkan banyak orang," harap Esthy.

Menpar Arief Yahya sendiri mengapresiasi langkah Padang dalam mengemas Calendar of Events 2017. Waktunya juga sudah pasti, ada tanggal dan bulannya. Sehingga memudahkan wisatawan membuat perencanaan berwisata ke Padang.

“Yang penting jangan sampai berubah tanggal, apalagi bulan dan tahun. Jangan lupa promosikan melalui pendekatan POP (pre-event, on-event  dan post-event) agar mencapai sasaran yang optimal,” pungkas Menpar. (nat/dbs)

 


Back to Top