Sosialisasikan Beasiswa Bidikmisi, Menristekdikti Dorong Santri untuk Berprestasi dan Masuk Perguruan Tinggi

gomuslim.co.id- Program beasiswa kuliah di perguruan tinggi Indonesia kini semakin banyak. Siapa pun memiliki kesempatan sama untuk meraih beasiswa ini, termasuk santri. Salah satu program beasiswa dari pemerintah yang kini menjadi incaran banyak siswa adalah Bidikmisi. Hal ini karena hampir semua perguruan tinggi negeri menyediakan beasiswa sudah ada sejak tahun 2010.

Baru-baru ini, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir mengajak santri pondok pesantren untuk turut bersaing dengan pelajar umum agar mendapatkan jatah beasiswa Bidikmisi. Sekitar 500 santri kelas akhir di Ponpes Mamba'ul Maarif, Denanyar, Jombang, Jawa Timur mengikuti sosialisasi beasiswa Bidikmisi bersama Menristek, Selasa (28/03/2017).

Mohamad Nasir memotivasi para santri agar melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. “Saya dulu juga adalah seorang santri. Saya dorong para santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Saya mencari bibit-bibit santri di seluruh Indonesia. Kemenristekdikti telah mengalokasi anggaran Rp 4,5 triliun untuk beasiswa," ujarnya.

Dia mengatakan program beasiswa Bidikmisi terbuka kepada siapapun yang memenuhi syarat termasuk santri. Satu hal yang pasti, Bidikmisi hanya akan berlaku bagi mahasiswa mulai semester satu di perguruan tinggi negeri.

Maka dari itu, Nasir mengajak agar santri terus bekerja keras agar mendapatkan prestasi yang baik di kelasnya. “Prestasi yang baik tersebut bisa memudahkan santri untuk mendapatkan berbagai macam program beasiswa,” ungkapnya.

Nasir menegaskan santri punya kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi. Santri yang tidak mampu secara ekonomi namun memiliki nilai akademik yang bagus, tidak perlu berkecil hati karena pemerintah dapat memberikan beasiswa. Kemenristekdikti saat ini menyiapkan anggaran Rp 4,5 triliun rupiah untuk beasiswa pendidikan.

"Maka saya dorong agar anak-anak harus pintar. Ada juga penghapal Alquran 30 juz kami fasilitasi. Kalau anda hapal saya jamin masuk PTN," kata Nasir kepada para santri.

Menurut Nasir, para santri yang ingin melanjutkan S1 bisa mengakses program beasiswa Bidikmisi. Beasiswa ini dimulai sejak tahun 2010 sebagai respons terhadap tingginya biaya kuliah yang mengakibatkan lebih dari separuh lulusan sekolah menengah pada tahun 2010 tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Total penerima bantuan dana pendidikan dari tahun 2010 hingga saat ini mencapai 352.409 mahasiswa.

Pada 2016 jumlah mahasiswa yang meraih beasiswa tersebut sebanyak 74.128 dan tahun 2017 angkanya akan ditingkatkan. Nasir menambahkan alumni penerima Bidikmisi S1 juga dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang S2. Hingga pertengahan tahun 2016, lebih dari 200 alumni Bidikmisi mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 dengan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

"Pada perguruan tinggi ini kami berikan beasiswa total 90 ribu, harapan saya ini bisa diserap oleh masyarakat, khususnya pada kaum santri. Nanti, ke depan bisa menahan radikalisme. Masalah yang menyangkut ekstrimisme bisa dicegah. Saya percaya pada santri karena pendidikan keagamaannya baik, tidak akan terjadi radikalisme di dalam kampus," kata Nasir.

Bidikmisi sendiri merupakan program pemerintah dalam bentuk bantuan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik yang baik untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi pada program studi unggulan sampai lulus tepat waktu. (njs/dbs)

 


Back to Top