Mudahkan Nasabah Berinvestasi, Ini Produk Reksa Dana Syariah dari Bukalapak

gomuslim.co.id- Produk investasi reksa dana berbasis syariah semakin populer di kalangan masarakat Indonesia. Sebuah inovasi dan terobosan baru yang semakin memudahkan membuat nasabah berbondong-bondong menggunakan produk Buka Reksa dari sarana jual beli online dari konsumen ke konsumen (C2C) ternama, Bukalapak.

Tercatat, sejak resmi diluncurkan pada Januari 2017 lalu, produk reksa dana syariah Buka Reksa telah memiliki 21.000 nasabah hingga Maret 2017 ini. Pendiri sekaligus CEO Bukalapak Achmad Zaky menuturkan BukaReksa merupakan fitur yang menyediakan produk Reksa Dana untuk para pengguna Bukalapak. Selain pembeli di Bukalapak, nasabahnya didominasi oleh penjual yang merupakan Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

“Marketnya besar mengingat ada 1,3 juta UKM yang telah bergabung di Bukalapak. Sejauh ini, antusiasme UKM juga bagus, untuk investasi," ujarnya di Jakarta, Rabu (29/3/2017).

Menurut Zaky, animo masyarakat terkait dengan layanan syariah dari Buka Reksa cukup besar sejak diluncurkan dua pekan lalu. Ia mengaku, saat hari pertama diluncurkan tercatat dana nasabah yang masuk mencapai Rp 500 juta.

Produk Buka Reksa, lanjut dia, terus mencatat peningkatan jumlah nasabah. Saat ini, sudah ada sekitar 20 ribu nasabah yang bergabung dengan Buka Reksa. Sementara, untuk nasabah di lini syariah sudah terdapat sekitar seribu nasabah.

Jumlah total nasabah Buka Reksa, kata Zaky, menunjukkan potensi besar dalam produk reksa dana. Dengan total nasabah reksa dana di Indonesia yang berjumlah sekitar 500 ribu, maka Buka Reksa sudah bisa mendapatkan hampir lima persennya. "Kami berharap bisa berkontribusi menambah jumlah nasabah reksadana di Indonesia," katanya.

Zaky mengunggulkan layanan yang mudah dan praktis dalam Buka Reksa. Ia menjelaskan selama ini orang yang ingin berinvestasi di pasar modal perlu datang ke kantor dan harus mengisi formulir pendaftaran. Selain itu, ada ketentuan minimal saldo yang kerap menghambat orang berinvestasi melalui reksa dana.

“Keunggulan utama kami, proses registrasi hanya butuh waktu lima menit sampai 10 menit. Tidak perlu ke kantor. Untuk pengesahan bisa menggunakan tanda tangan digital,” ungkap Zaky.

Tujuan Bukareksa sebenarnya untuk menyediakan alat investasi UKM agar UKM memiliki pemahaman dan mempunyai dorongan untuk berinvestasi. "Bukalapak sebagai perusahaan teknologi, ingin menghadirkan solusi terkait investasi yang selama ini masih bergantung keberadaan kantor cabang, untuk investasi tidak ribet, sekarang dengan ada teknologi Bukareksa dan caranya mudah, sudah bisa berinvestasi," ujarnya.

Dengan saldo minimal Rp 10 ribu, ia berharap semua kalangan bisa belajar untuk berinvestasi melalui reksa dana. Reksa Dana di BukaReksa merupakan produk investasi yang diatur dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Selama ini jumlah nasabah reksadana kecil sekali dibandingkan potensi penduduk kelas menengah sebanyak 75 juta orang," ucapnya.

Selain itu, Buka Reksa juga menawarkan proses pencairan yang cepat. Dalam waktu sehari dana nasabah bisa dicairkan. "Sebenarnya, kami justru ingin real time langsung cair. Tapi masih kami usahakan ke arah sana," ujarnya.

Zaky mengaku investasi di Buka Reksa menawarkan imbal hasil stabil dengan risiko paling rendah. Ia mengatakan, performa imbal hasil saat ini bisa mencapai delapan persen dalam setahun. "Saat ini kami masih menawarkan layanan investasi dengan risiko rendah dahulu," ujarnya.

Dia menambahkan Pengguna Bukalapak dapat membeli produk Reksa Dana yang diinginkan dengan sistem pembayaran yang beragam dan mudah. Di mana menyimpan uang dalam bentuk Reksa Dana lebih menguntungkan karena memberikan imbal hasil atau return yang lebih tinggi dibandingkan dengan deposito atau tabungan konvensional di bank. "Untuk return investasi, net 0,6% sebulan dan setahun bisa 7% sampai 8%," katanya.

Saat ini, Bukareksa dikelola oleh Bukalapak dengan menggaet beberapa partner diantaranya Bank CIMB Niaga dan Mandiri untuk layanan investasi syariah. Ke depannya, Bukalapak akan fokus untuk mengenalkan produk finansial Bukareksa secara lebih luas.

"Kuartal dua ini Bukalapak, akan fokus pada marketing, sebagai perusahaan teknologi menjadi tugas kami untuk menyelesaikan dengan teknokogi secara efisien dan untuk Bukareksa ini, regulasi mendukung," katanya.

Sementara itu, pengamat ekonomi syariah dari Institut Pertanian Bogor Irfan Syauqi Beik mengaku terobosan Bukalapak adalah hal positif terutama dalam mempopulerkan produk reksadana syariah. Ia menjelaskan saat ini reksa dana syariah masih dalam posisi yang kecil di industri yakni hanya lima persen dari total reksa dana secara keseluruhan. "Ke depannya, harus terus memperluas basis pasar," katanya.

Kehadiran Bukalapak sebagai perusahaan teknologi di industri reksadana syariah, kata Irfan, juga bisa mendorong edukasi investasi kepada masyarakat. Secara kinerja, Irfan menilai reksa dana syariah cukup baik karena memiliki imbal hasil di atas konvensional.

"Memang ada fluktuasi di pasar yang saat ini sedang tidak menentu. Tapi secara umum kinerjanya cukup baik. Investasi reksa dana syariah cukup asalkan bijak memilih pengelola investasi yang terpercaya,” imbuhnya. (njs/dbs)


Back to Top