Gaet Konsumen Muslim, Korea Selatan Incar Sertifikat Halal UEA dan Indonesia

gomuslim.co.id- Korea Selatan terus menunjukan keseriusannya dalam mengembangkan wisata yang ramah bagi muslim. Baru-baru ini, Negara berjuluk Negeri Ginseng itu bakal menyediakan 135 hingga 170 restoran halal hingga akhir tahun. Hal ini dilakukan guna mencapai tujuan Organisasi Pariwisata Korsel untuk meningkatkan kunjungan wisatawan muslim hingga 1,2 juta orang pada tahun 2017.

Menurut juru bicara Organisasi Pariwisata Korea, dalam survei sebanyak 26,1 persen wisatawan Muslim yang berkunjung ke Korea tahun lalu puas dengan restoran halal. “Selain menambah restoran halal, KTO juga melakukan berbagai cara untuk menarik wisatawan muslim,” ujarnya seperti dilansir dari publikasi Chosun beberapa waktu lalu.

Selain itu, pada April 2017 mendatang KTO akan menghadiri Arabian Travel Market, sebuah acara perjalanan dan pariwisata terbesar di Timur Tengah. Acara tersebut akan diselenggarakan di Dubai.

Selain acara tersebut, mereka juga akan menghadiri pameran internasional lainnya di negara mayoritas muslim. Berdasarkan data yang ada hanya 980 ribu turis muslim yang mengunjungi Korea tahun lalu.

Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dari lima tahun terakhir. KTO berharap dapat mengisi kekosongan turis yang sebelumnya ditinggalkan Cina karena pemerintahnya memboikot warga mereka bepergian ke Korea Selatan.

Di sisi lain, Korea Selatan juga mengincar pasar di Indonesia dan Uni Emirat Arab melalui sertifikasi halal lokalnya agar bisa ekspor makanan Korea ke dua negara tersebut. Pemerintah Korea Selatan menyampaikan akan segera memulai negosiasi dengan Indonesia dan UEA. Sehingga sertifikasi halal lokal bisa diterima di negara-negara muslim ini.

Otorisasi halal di Negara ini diberikan oleh Korea Muslim Federation (KMF). Sertifikasi halal tersebut saat ini sudah diakui di Malaysia dan Singapura. Pihak Kementerian Pertanian, Pangan dan Urusan Pedesaan mengatakan saat ini Korsel sedang mengincar sertifikasi silang dari sertifikat halal lokal di Indonesia dan UEA.

“Kami berharap pada akhir kuartal keempat tahun ini proses sertifikasi silang tersebut bisa selesai untuk meluncurkan kampanye pemasaran agresif untuk makanan halal Korea Selatan," katanya seperti dilansir dari publikasi Yonhap (29/03/2017).

Ia menambahkan bahwa Korea perlu melakukan diversifikasi tujuan ekspor. Sebab pengiriman ke China dan Jepang terganggu oleh perkembangan politik dan diplomatik. Pengiriman ke Amerika Serikat pun juga diprediksi akan turun karena Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mencabut kerja sama Free Trade Agreement (FTA) Korea Selatan-Amerika Serikat.

Kementerian tersebut memperkirakan pasar makanan halal yang menjaring 1,8 miliar populasi muslim akan tumbuh $1,6 triliun pada tahun 2020. Sementara itu, ekspor produk Korea Selatan ke 57 negara anggota Organization of Islamic Cooperation (OKI) naik 8,8 persen tahun lalu. Menurut data kementerian, ini menyumbang 14 persen dari total pengiriman barang pertanian ke luar negeri. (njs/dbs)


Back to Top