Pemerintah Irak Umumkan Biaya Haji Tahun 2017

gomuslim.co.id– Baru-baru iniPemerintah Irak melalui Komisi Tinggi Haji dan Umrah Irak mengumukan nama-nama jemaah haji asal Irak yang berhak menunaikan ibadah haji pada tahun 2017 (1438 H) ini. Juru Bicara Resmi Komisi Tinggi Haji dan Umrah Irak Hasan Fahd al-Kanani mengatakan, pemberangkatan jemaah haji asal Irak ada yang melalui jalur udara dan darat.

“Prosentase jemaah Irak yang melalui jalur udara mencapai 60% dan jemaah yang berangkat melalui jalur darat mencapai 40%,” jelas al-Kanani seperti dilaporkan laman resmi Komisi Tinggi Haji dan Umrah Irak Hajj.gov.iq, pada Selasa (28/03/2017).

Al-Kanani menyampaikan biaya jemaah yang berangkat melalui jalur udara mencapai 4.600.000 dinar Irak atau sekitar 50.995.932 rupiah. Sementara itu, menurut al-Kanani, biaya jemaah yang melalui darat mencapai 3.900.000 dinar Irak atau setara 43.235.681 rupiah. Biaya tersebut mencakup biaya transportasi luar negeri dan dalam negeri, pemondokan, konsumsi, medis dan akomodasi lainnya.

“Selanjutnya, Komisi Tinggi Haji dan Umrah Irak nanti akan bekerjasama dengan Kementerian Transportasi dan Pasukan Militer dan Keamanan Irak untuk mengatur jadwal pemberangkatan para jemaah haji,” ujar al-Kanani. Pasukan Militer dan Keamanan ini dilibatkan mengingat kondisi di Irak masih dalam keadaan konflik  hingga saat ini.

Saat ini, lanjut al-Kanani, Komisi Tinggi Haji dan Umrah Irak sudah menyerahkan uang senilai 2.500.000 dinar kepada para jemaah yang tahun ini akan berangkat ke Tanah Suci. “Kami akan berikan sisanya secara bertahap nanti di Tanah Suci,” pungkas al-Kanani.

Sementara itu, Ketua Komisi Tinggi Haji dan Umrah Syekh Khalid Athiyah menyampaikan, jumlah jemaah Irak pada tahun ini meningkat sebanyak 8.000 jemaah. Lembaga Statistik Arab Saudi mencatat, jumlah jemaah Irak pada tahun 2016 mencapai angka 16.756 jiwa.

Sebelumnya, pada 2015 jumlah jemaah Irak 20.678 jemaah haji. Sementara itu, jemaah haji Irak pada 2014 paling banyak selama tiga tahun terakhir yang mencapai 38.499 jiwa, seperti dilaporkan Alarabiya. (ihs/dbs)


Back to Top