Rayakan Milad ke-34, Mizan Bertekad Selalu Suguhkan Konten Inspiratif

gomuslim.co.id- Sebuah penerbit buku memiliki peranan penting dalam membangun bangsa. Buku sebagai jendela dunia sangat bermakna untuk menambah wawasan setiap insan. Buku-buku berkualitas tidak akan hadir tanpa peran aktif dari sebuah penerbit. Dan Mizan adalah salah satu penerbit buku yang konsisten mencerdaskan kehidupan bangsa.  

Demikian disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat memberikan sambutan dalam acara Milad Mizan ke-34, di Wisma serbaguna, Pintu 1 Senayan, Jakarta, Kamis (30/3/2017). Dalam kesempatan tersebut, Menag mengapresiasi kiprah penerbit yang telah berdiri sejak tahun 1982 dan berkantor di Bandung itu.

Menurut Menag, 34 tahun bagi sebuah penerbit adalah usia yang sudah tidak muda lagi, meski juga bukan tua. Penerbit yang berdiri atas gagasan beberapa mahasiswa ini terus berkiprah dalam dunia penerbitan buku. Selain buku keislaman, juga buku umum, dan bahkan novel. "Mizan telah menunjukkan betapa pentingnya sebuah bangsa memiliki lembaga, pranata, penerbit buku," ujarnya.

Lebih khusus, Menag juga mengapresiasi Haidar Bagir selaku pendiri Mizan. Menag menilai, Haidar adalah sosok produktif dalam menulis, utamanya terkait tema yang berdimensi batiniah. Menurutnya, ada dua pola hubungan manusia dengan Tuhan. Pertama, pendekatan fiqhiyah yang menitikberatkan pada hubungan hamba dengan Tuhan, penyembah dengan Yang Disembah. Kedua, pola tasawuf, di mana hubungannya antara para pencinta dengan Yang Dicintai.

"Haidar Bagir banyak menulis pada pola kedua ini, tentang hubungan antara yang mencintai dan Yang Dicintai," kata Menag.

Lebih lanjut, Menag berharap Mizan bisa terus berkembang dalam memberikan keseimbangan pemikiran. Karena, lanjut Menag, Islam yang berkembang di Indonesia adalah Islam Wasathiyah yang tidak hanya hidup di tengah keragaman, tapi sekaligus mengayomi keragaman agar hidup semakin baik.

"Semoga Mizan terus berjaya, dan terus melahirkan karya-karya mencerdaskan kehidupan bangsa. Mudah-mudahan semua yang dilakukan Mizan senantiasa diberkahi Allah SWT," harapnya.

Sebelumnya, Abdillah Toha selaku pimpinan Mizan menyampaikan bahwa sejak berdiri pada tahun 1983, Mizan senantiasa berusaha menyuguhkan konten-konten yang bermanfaat dan memberikan inspirasi bagi masyarakat. Awalnya Mizan hanya menerbitkan 30 judul buku dan kini sudah meluncurkan lebih kurang 600 buku pertahunnya dan sekarang ini sudah memiliki 15 anak cabang.

Selain buku, Mizan juga merambah kiprahnya pada berbagai pengemasan konten dalam bentuk digital, audio visual, dan juga film. Sesuai dengan namanya 'Mizan' yang bermakna timbangan, lanjut Abdilllah, Mizan terus berusaha untuk menjadi penyeimbang bagi semua dan menyajikan informasi dari berbagai sudut pandang.

Acara Milad 34 tahun Mizan dimeriahkan dengan orasi kebangsaan yang disampaikan oleh Buya Ahmad Syafii Maarif. Mizan juga meluncurkan kembali buku karya Buya Syafii yang berjudul "Islam dan Pancasila sebagai Dasar Negara, Studi tentang Perdebatan Konstituante". Buku yang merupakan disertasi penulisnya itu berisi pesan tentang pentingnya Pancasila bagi Indonesia.

"Selain itu, diluncurkan juga buku terbaru karya Haidar Bagir selaku Dirut Mizan Group yang berjudul Islam Tuhan, Islam Manusia : Agama dan Spritualitas di Zaman Kacau. Peluncuran juga sekaligus memperingati usianya yang ke-60 tahun," kata Abdillah.

Acara Milad 34 Mizan ini dipandu oleh Prabu Revolusi, salah satu penulis buku yang diterbitkan Mizan dengan judul "Secangkir Kopi Inspirasi". Selain itu, ada juga Sri Izzati penulis buku "Kado untuk Ummi", dan Pidi Baiq penulis buku Dia adalah Dilanku yang terbit pada tahun 1990. Hadir juga dalam acara Milad ini sejumlah tokoh nasional seperti Mendikbud, Muhadjir Effendy, Intelektual Muslim, Komaruddin Hidayat, dan Seto Mulyadi. (njs/kemenag/dbs) 


Back to Top