Sukuk Global Terbit, Investor Domestik dan Mancanegara Buru Surat Utang Syariah

gomuslim.co.id- Sejak menerbitkan sukuk global Indonesia pada 2009, pemerintah berhasil menarik minat beberapa kelompok investor domestik dan internasional. Sejumlah penawaran investor pun semakin membludak, bahkan mencapai 10,8 miliar dollar AS.

Demikian disampaikan Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan di Gedung Djuanda I Kemenkeu, Kamis (30/3/2017). Menurut Robert, untuk kedelapan kalinya pemerintah menerbitkan sukuk global di pasar internasional sebesar US$ 3 miliar atau sekitar Rp 40 triliun.

Robert menjelaskan penerbitan sukuk global ini terdiri dari US$ 1 miliar untuk tenor 5 tahun dan US$ 2 miliar untuk tenor 10 tahun.  Untuk sukuk global bertenor lima tahun, porsi investor AS mencapai 21 persen atau sekitar US$210 juta. Padahal pada seri sukuk global yang diterbitkan tahun lalu, porsi investor AS hanya 2 persen dari nilai penerbitan sukuk USD 750 juta.

Sementara untuk sukuk global bertenor 10 tahun, kontribusi investor AS mencapai 29 persen atau sekitar US$580 juta. Tahun lalu, porsi investor asal negeri Paman Sam hanya 15 persen atau sekitar US$262,5 juta.

“Distribusi investornya, by geografi, untuk yang tenor lima tahun itu yang paling besar adalah Asia sebesar 28%, exclude Indonesia dan Malaysia. Jadi itu misalnya Singapura, Hong Kong, Thailand. Kemudian yang kedua adalah middle east dan Islamic Asia seperti Malaysia sebesar 27%. Lalu 21% itu US, 14% Europe dan Indonesia 10%," paparnya.

Adapun roadshow untuk mencari investor telah dilakukan ke beberapa kota pusat keuangan syariah di kawasan Asia, Eropa dan Timur Tengah. Transaksi ini mendapat respon yang sangat baik dari para investor global dan menghasilkan jumlah penawaran lebih dari US$ 10,84 miliar.

 "Kita sudah delapan kali hadir di pasar sukuk global. Ini juga diapresiasi investor. Kehadiran kita menyemarakkan pasar US global sukuk di dunia," ujarnya.

Meningkatnya minat investor AS, kata Robert, karena semakin yakin bahwa sukuk merupakan instrumen investasi yang bisa dipercaya. Sukuk global juga sesuai dengan minat investor AS yang kebanyakan menyukai investasi jangka panjang. "Mereka (investor AS) yakin kualitas (sukuk global) sama dengan yang konvensional," tuturnya.

Selain itu, dunia juga sudah mengakui sukuk global terbitan pemerintah Indonesia karena telah masuk dalam Emerging Market Index. "Dengan masuknya sukuk global ke Emerging Market Index, investor secara global bisa menilai berapa ranking sukuk global," katanya.

Di sisi lain, porsi investor asal Timur Tengah menurun. Untuk sukuk global bertenor lima tahun, porsi investor negara Islami (termasuk Timur Tengah) mencapai 28 persen, anjlok dari seri suku global tahun lalu 42 persen.

Sedangkan untuk seri sukuk global bertenor 10 tahun, porsi investor negara Islami mencapai 29 persen atau naik tipis dari seri tahun lalu, 28 persen. Menurut Robert, turunnya porsi investor asal Timur Tengah dipengaruhi oleh anjloknya harga minyak sehingga dana yang tersedia untuk diinvestasikan menurun.

Berdasarkan informasi yang diterima dari investor, saat ini investor Timur Tengah lebih senang berinvestasi di surat utang jangka pendek sampai harga komoditas dan minyak kembali stabil. (njs/dbs)

 


Back to Top