Kantor Imigrasi Jawa Timur Mulai Distribusikan Paspor Calon Jemaah Haji

gomuslim.co.id- Paspor merupakan dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang dari suatu negara yang memuat identitas pemegangnya dan berlaku untuk melakukan perjalanan antar negara. Dokumen ini berisi biodata pemegangnya yang meliputi antara lain foto pemegang, tanda tangan, tempat dan tanggal kelahiran, informasi kebangsaan. Paspor juga menjadi hal yang sangat penting sebelum melaksanakan ibadah haji dan umrah.  

Baru-baru ini, paspor untuk calon jamaah haji di Jawa Timur mulai didistribusikan di beberapa kabupaten/kota. Pihak imigrasi pun terus mengebut menggarap paspor calon haji. Hal ini dilakukan mengingat musim haji tinggal beberapa bulan lagi.

Kepala Bidang Haji dan Umroh Kantor Kemenag Jatim Achmad Faridul Ilmi menyerahan paspor calon jamaah haji dari Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Sidoarjo di kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya, Waru, Sidoarjo, Kamis (30/03/2017).

“Bapak Kepala Kanwil (Kementerian Agama Jawa Timur) menyampaikan salam dan mengucapkan terimas kasih kepada Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya, yang telah bekerja keras dan tidak mengenal liburan, sehingga pelayanan paspor untuk calon jamaah haji ini sudah jadi," ujarnya.

Selain itu, ia juga mengapresiasi pelayanan yang dilakukan imigrasi. Dari 35.035 orang calon jamaah haji dari Jawa Timur, yang pengurusan paspornya sudah selesai sekitar 33 persen. "Hari ini paspornya sudah jadi. Mungkin ini satu-satunya di daerah Indonesia, jamaah sudah mendapatkan paspor. Sungguh luar biasa imigrasi Waru ini, karena pegawainya tidak libur pada Sabtu dan Minggu, untuk melayani calon haji," tuturnya.

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya ini mengurus paspor calon haji dari daerah Surabaya, Mojokerto dan Sidoarjo. Jumlah calon haji yakni total 8.440 orang terdiri dari Surabaya sebanyak 3.058 orang. Sidoarjo 3.023 calon haji. Kota Mojokerto 162 orang dan Kabupaten Mojokerto 2.197 orang.

Kepala Divisi Administrasi Kantor Kemenkumham Jatim Adjar Anggono mengungkapkan dari jumlah paspor calon haji, hampir seluruhnya sudah diproses. Hanya ada beberapa calon haji yang datanya ditolak oleh sistem, karena yang bersangkutan sudah memiliki paspor.

"Memang ada beberapa yang ditolak sistem, karena mereka sudah memiliki paspor. Di Surabaya ada 8 yang ditolak. Sidoarjo juga ada 8. Kabupaten Mojokerto ada 2 orang," ucapnya.  

Ia mengimbau kepada calon haji untuk terbuka, agar tidak menganggu proses imigrasi. "Kalau memang sudah punya paspor, diharapkan melaporkan. Meskipun nggak melapor, pasti diketahui oleh sistem. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada calon jamaah haji, yang penting laporan kalau sudah punya paspor," jelasnya.

Sebelumnya, di Banyuwangi, sebanyak 100 calon jamaah haji menjadi pemohon paspor prioritas, karena tak harus antre lama menunggu giliran. Mereka mendapat kemudahan mengurus paspor dengan cukup mendatangi Unit Pelayanan Paspor (ULP), perwakilan Kantor Imigrasi Kelas II Jember, yang ada di Jalan lingkar Ketapang, Desa Ketapang, Kalipuro. (njs/dbs) 


Back to Top