Negara Afrika Mulai Terapkan Kurikulum Resmi untuk Keuangan Syariah

gomuslim.co.id- Geliat syiar keuangan syariah di Afrika terus dilakukan. Setelah rutin mengenalkan perbankan dan keuangan syariah melalui roadshow di beberapa Negara, kini kawasan Afrika bertekad untuk mengembangkan kurikulum keuangan syariah. Untuk merealisasikan itu, Coast International College menandatangani MoU dengan salah satu universitas Malaysia beberapa waktu lalu.  

Coast International College yang dimiliki oleh Gulfcap Group of Kenya akan bermitra dengan International Centre for Education in Islamic Finance (INCEIF) untuk mengembangkan kurikulum tersebut dan juga fokus pada pendidikan vokasi. Kurikulum ini nantinya akan memiliki kualifikasi yang diakui secara internasional.

Presiden INCEIF Daud Abdullah mengatakan pihaknya berharap dapat membangun kerja sama strategis dengan Coast International College sehingga industri keuangan syariah dapat menembus pasar Kenya. Selain itu, INCEIF juga akan menawarkan keahliannya dalam memberikan ilmu pengetahuan di bidang perbankan syariah, takaful, dan pasar modal syariah.

"INCEIF akan memainkan peran penting dalam memberikan pengetahuan keuangan Islam di Kenya. Ini hal baru yang akan berdampak positif bagi keuangan syariah di Afrika," ujar Daud seperti dilansir dari publikasi The Star, Jumat (31/03/2017).

Menurutnya, kemitraan tersebut akan fokus pada pengembangan program diploma. Selain itu, mereka juga akan menawarkan kursus eksekutif bagi praktisi di bidang perbangkan dan asuransi syariah. Kerja sama ini dinilai akan membuka jalan bagi Kenya agar bisa menjadi tuan rumah dalam konferensi keuangan syariah di Afrika, serta diharapkan dapat memajukan pengetahuan dan mengembangkan industri keuangan syariah global.

Sebelumnya, Pemerintah Kenya mulai menyiapkan peraturan tentang keuangan syariah. Hal demikian diyakini Otoritas Sektor Keuangan yang optimis bahwa Sekretaris Kabinet Otoritas Perbendahaaan Nasional Kenya Henry Rotich bakal memasukan pedoman untuk memandu operasi keuangan syariah tahun ini.

Kepala Pengawasan Asuransi Gabungan Otoritas yang berkaitan dengan Asuransi Mary Nkiomu mengungkapkan pada 2017 pihaknya berniat memiliki peraturan untuk pengawasan seluruh pelayanan keuangan syariah di negaranya.

Selain Kenya, Bank Sentral Maroko juga tidak main-main dalam mengembangkan keuangan syariah. Bank sentral itu telah mengizinkan lima transaksi perbankan syariah dan bank syariah untuk beroperasi.

Industri perbankan syariah dibentuk setelah regulasi di Maroko mengizinkan bank syariah untuk beroperasi. Bank Sentral Maroko pun juga membentuk dewan pengawas syariah yang berisi ulama, untuk mengawasi sektor ini. Dewan pengawas itu bernama Shariah Committee for Participative Finance (SCPC).

Lima transaksi keuangan syariah yang diizinkan oleh bank sentral ini adalah murabahah, musyarakah, ijarah, mudharabah, dan salam. Selain transaksi keuangan syariah, bank sentral itu juga mengizinkan bank konvensional untuk membuat produk syariah.

Regulator juga mengizinkan tiga bank besar Maroko, yaitu Attijariwafa Bank, BMCE of Africa, dan Banque Centrale Populaire, untuk menjual produk keuangan syariah. Bank pembiayaan mikro seperti Credit Agricole dan Credit Immobilier et Hotelier pun juga diperbolehkan untuk memasarkan produk keuangan syariahnya. (njs/thestar/dbs)


Back to Top