Dukung Perkembangan Bank Syariah, BPRS Amanah Rabbaniah Salurkan Pembiayaan di Sektor Pertanian

gomuslim.co.id- Penyaluran pembiayaan perbankan syariah di Indonesia terus dilakukan. Beberapa sektor yang memiliki potensi besar pun menjadi target garapan. Salah satu potensi yang cukup baik dalam penyaluran ini adalah sektor pertanian. Meski masih jarang, namun penyaluran dana untuk sektor pertanian diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Direktur Utama PT BPRS Roni Pahrul Sani mengatakan pihaknya telah mengalokasikan dana untuk sektor ini. "BPRS Amanah Rabbaniah mengalokasikan dana untuk pembiayaan di sektor pertanian sebesar 15%. Sedangkan sektor produktif lainnya sebesar 40% dan sisanya untuk umum," ujarnya, di Kota Bandung beberapa waktu lalu.

Menurut Roni, risiko di sektor pertanian tentunya tidak kecil. Hal ini mengingat faktor cuaca yang sangat berpengaruh terhadap hasil panen hortikultura para petani khususnya di Pangalengan. Penyaluran dana pembiayaan kepada petani tetap juga menggunakan agunan sebagai jaminan untuk kami. Jangka waktu yang diberikan biasanya satu musim tanam atau empat bulan.

"Kami berharap penyaluran dana bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan bisa tersebar. Kami akan membuka kantor kas baru rencananya di kawasan Katapang dan membuka layanan keliling yang diharapkan bisa menjangkau wilayah terutama di Kabupaten Bandung terlebih dahulu," katanya.

Roni menambahkan BPRS Amanah Rabbaniah juga membukukan pertumbuhan laba tahun buku 2016 sebesar 79,09% dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2015 tercatat laba sebesar Rp 1,126 miliar dan meningkat pada tahun 2016 mencapai Rp 2,017 miliar. Adapun target untuk 2016 laba bersih sebesar Rp 2,016 miliar atau melebihi target sebesar 100,05%.

"Peningkatan laba ini tentunya berdampak juga dari kenaikan dana pihak ketiga yang naik sebesar 23,74% dari tahun 2015 sebesar Rp 33,505 miliar menjadi Rp 41,460 miliar. Kenaikan terjadi baik dari pos tabungan maupun deposito. Sedangkan target yang kami tentukan dana pihak ketiga sebesar Rp 37,556 miliar, " tuturnya.

Sedangkan target pencapaia laba, lanjutnya, untuk tahun 2017 sebesar Rp 47,510 miliar. Promosi yang dilakukan melalui beberapa program tentunya bisa mendongkrak jumlah dana pihak ketiga yang juga menunjukkan kepercayaan masyarakat untuk menyimpan dananya di BPRS Amanah Rabbaniah.

Sebelumnya, di tempat berbeda, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerjasama dengan BNI Syariah serta industri keuangan lainnya meluncurkan Program “AKSI Pangan” yang merupakan upaya sinergi kebijakan dalam mengakselerasi inklusi keuangan untuk mendukung program kedaulatan pangan.

Peluncuran Program AKSI Pangan dilaksanakan di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, yang dihadiri oleh Plt. Direktur Utama BNI Syariah, Junaidi Hisom, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Anggota Komisi XI DPR RI, Gubernur Provinsi Sumatera Barat, pejabat Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, serta diikuti oleh asosiasi, pimpinan industri jasa keuangan dan pelaku financial technology (fintech) di bidang pertanian.

“Keikutsertaan BNI syariah dalam kegiatan Aksi Pangan ini merupakan upaya nyata BNI syariah  untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembiayaan value chain pada sektor pangan dan pertanian dari hulu ke hilir, dan diharapkan kedepan dapat menjawab masalah terbatasnya akses pembiayaan khususnya di sektor ketahanan pangan yakni pertanian, kehutanan, perkebunan, dan perikanan, " ujar Junaidi Hisom. (njs/dbs)

 

 


Back to Top