Dian Pelangi Dapat Sambutan Hangat dari Warga Malaysia di Ajang Asia Islamic Fashion Week 2017

gomuslim.co.id- Pada ajang perdana Asia Islamic Fashion Week (AIFW) yang berlangsung di Malaysia. Berbagai desainer dari beberapa negara di Asia turut memeriahkan acara tersebut. Salah satunya desainer asal Indonesia Dian Pelangi.

Tak hanya memamerkan busana, ia juga turut mengisi talk show hingga open booth. AIFW yang berlangsung pada 30 Maret sampai 2 April 2017 dijadikan Dian sebagai ajang silahturahmi dengan pelanggan setia di Malaysia.

Pada Sabtu, (01/04/2017), Dian memamerkan koleksinya yang bertajuk ‘Gelora Dara’. Ia menjadi salah satu dari tujuh brand dan perancang Asian yang menutup hari ketiga gelaran. Bertajuk The Best of Asia, Dian bersanding dengan desainer Kuala Lumpur hingga Dubai. Meski bukan koleksi baru, rangkaian busana tersebut mendapat sambutan hangat dari para hijabers dan pecinta fesyen Malaysia.

"Menurut aku di sini ada akulturasi dua budaya yakni songket. Di Malaysia ada, di Indonesia ada, jadi mau menunjukkan kita punya budaya yang sama juga walaupun tampilannya beragam. Jadi songket itulah yang bisa menyatukan Muslimah di Indonesia dan Malaysia," ujar Dian.

Kain tenun dikemas cukup apik oleh Dian. Jarang dijadikan material keseluruhan busana, biasanya songket bernuansa hitam dan emas dihadirkan sebagai pemanis dress yang memberi sentuhan tradisional. Namun keseluruhan tampilan tetap tampak modern berkat detail aplikasi floral emas, siluet ballgown, hingga aksen jubah. Tampilan pun tampak fairy dengan headpiece yang juga berwarna emas.

Selain Dian, perancang busana hijab Asia lain yang pamer karya di sana antara lain Jenny Tjahyawati, Eja Syahril, Tuhfah, Adila Long, hingga Cosry. Baju-baju Muslimah yang menarik pun ditampilkan. Misalnya gamis-gamis syar'i dari Eja Syahril terlihat tetap modis dengan aksen ruffle, ikat, hingga sequin. Sementara perancang lokal Jenny Tjahyawati banyak menampilkan styling layering, dominasi detail mawar, serta sentuhan kain tradisional.

Dian mengaku produk-produknya cukup mendapat respon positif sampai ia harus membawa sejumlah barang lagi untuk dijual di sana. "Alhamdullillah ramai. Di sini brand-nya banyak, ada 70 dari Asia, dari London juga ada. Ramai kok, Alhamdullillah berdatangan tamu-tamu. Kami juga sampai bawa satu orang lagi dari Indonesia buat bawa produk kami lagi," tukasnya.

Walaupun gaya berbusananya hampir sama, biasanya pasar Negeri Jiran punya selera yang berbeda. Dian pun mengaku jika pelanggannya di Malaysia memang lebih suka warna-warna lembut seperti pastel, berbeda dengan hijabers Indonesia yang suka warna-warna berani. Melalui ajang AIFW yang menurutnya diselenggarakan dengan baik, ia pun berharap bisa menyatukan dan silahturahmi dengan pelanggan di sana. (nat/dbs)


Back to Top