Jadi Kebangkitan Grup Vokal Musik Religi, Forum Silaturahim Komunitas Nasyid Mulai Dibentuk

gomuslim.co.id- Sebagai kelompok nasyid akapela asal Kota Bogor, Na'am masih setia untuk menghidupkan industri nasyid. Grup yang digawangi oleh Muhammad Kamaluddin (lead vocal), Arip Ridwan (vocal), Edwind Pramoedinata (bass), Arie Purnama (tenor), Tito (bariton), dan Abdurrahman Faiq (percussion/beatbox) sudah berkiprah sejak 2003.  

Tito mengatakan saat ini grup nasyid Na’am menginjak usia 14 tahun. “Jika diibaratkan manusia,  sama seperti ABG (anak baru gede)-lah," katanya. Kebanyakan dari personil Na’am sudah pernah berkecimpung di dunia nasyid lewat grup mereka masing-masing di Bogor. Setelah melihat kelompok nasyid bermunculan di kalangan pelajar dan mahasiswa, Tito dan kawan-kawan lantas terdorong membentuk satu wadah untuk menanungi grup-grup nasyid tersebut. Pada 15 Maret 2003, dibentuklah satu perkumpulan bernama Bogor Nasheed Center (BNC).

"Pada waktu itu, belum ada teknologi komunikasi semacam Whatsapp, Blackberry Messenger (BBM), ataupun media sosial lainnya belum ada. Karena itu, untuk mempromosikan BNC, kami pun memanfaatkan ajang Festival Nasyid Nusantara (FNN) yang diadakan di Institut Pertanian Bogor (IPB)," tukasnya.

Sejak saat itu,  grup Na'am terus mensyiarkan nasyid sambil mempromosikan BNC. Tak sampai di situ, mereka juga kerap diundang mengisi berbagai event, seperti festival, peringatan hari besar Islam, pesta pernikahan, seminar, dan lain-lain. Sepuluh tahun lalu, BNC mulai menggarap album bertajuk ‘Kompilasi Nasyid Bogor 2007’.  Album itu berisi 12 lagu yang dibawakan oleh para solois dan grup nasyid yang berdomisili di Kota Bogor.

Tito berpendapat konsep nasyid di Indonesia sendiri sebenarnya telah mengalami perluasan istilah menjadi musik positif. Menurut dia, keberadaan para pemain baru di industri nasyid Tanah Air saat ini masih memiliki potensi pasar yang cukup menjanjikan.

"Saya rasa masyarakat Indonesia sangat merindukan syair-syair menyentuh seperti yang dihasilkan oleh grup legendaris seperti Bimbo. Sekarang tinggal bagaimana para pegiat nasyid mengemas karyanya agar memiliki keunikan atau kehasan sehingga bisa diterima pasar," terangnya.

Personel Na'am lainnya Muhammad Kamaluddin berpendapat kelompok nasyidnya sampai hari ini tetap konsisten mengusung genre akapela. Alasannya, aneka olah vokal suara manusia yang ditampilkan oleh akapela mampu menyuguhkan produk nasyid yang minimalis namun elegan.

"Harmoni yang dihasilkan oleh akapela tak kalah dengan genre-genre musik,” ujar Kamaluddin. Sedangkan di tingkat nasional, kegiatan komunikasi tersebut diwadahi oleh Yayasan Nasyid Indonesia dan Asosiasi Nasyid Nusantara (ANN). 

Sedangkan di tingkat lokal, silaturahim antarpegiat nasyid dilakukan lewat forum khusus yang dibentuk berdasarkan wilayah kabupaten kota. "Kami juga menjalin kerja sama dengan stasiun-stasiun radio Islami dan radio milik pemerintah, yaitu RRI," ujar Kamal.  (nat/dbs)

 


Back to Top