Jadi Program Terbaru OJK, Forum Sinergi Keuangan Luncurkan Syariah SIKOMPAK

gomuslim.co.id- Sebuah forum dibentuk sebagai satu satu upaya mendukung pertumbuhan industri jasa keuangan syariah. Bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah diluncurkan Forum CEO SIKOMPAK (Sinergi Komunikasi, Pemasaran, dan Pengembangan Keuangan) Syariah.

Ini merupakan salah satu bagian program kerja yang dicanangkan dalam Inisiatif Strategis “Mendorong Akselerasi Pertumbuhan Industri Jasa Keuangan Syariah di Indonesia” dalam rangka meningkatkan market share industri keuangan syariah, maka dibentuklah Forum CEO SiKOMPAK Syariah. Dalam forum ini anggotanya meliputi seluruh CEO dari industri jasa keuangan syariah.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan bahwa acara launching Forum CEO SiKOMPAK Syariah merupakan salah satu milestone perkembangan industri jasa keuangan syariah dalam bentuk sinergi antara OJK dan pelaku industri dari tiga sektor industri jasa keuangan pada, Senin (03/04/2017).

Kemudian dalam rangka mendorong akselerasi pertumbuhan industri jasa keuangan syariah di Indonesia, OJK mencanangkan program yang salah satu kegiatan utamanya adalah melakukan komunikasi dengan pemangku kepentingan utama. “Untuk mendukung pertumbuhan industri jasa keuangan salah satunya melalui pembentukan Forum CEO SiKOMPAK Syariah,” pungkas Nurhaida.

Lebih lanjut, Nurhaida mengatakan pembentukan forum ini dilatarbelakangi perlunya peningkatan pemahaman dan kerjasama dalam rangka pengembangan keuangan syariah. Selain itu, juga sebagai forum untuk koordinasi dengan pelaku industri guna mendukung pertumbuhan industri jasa keuangan syariah di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengatakan kegiatan sosialisasi edukasi industri jasa keuangan syariah dalam meningkatkan literasi dan inklusi telah dilakukan secara terintegrasi dan berkesinambungan seperti Keuangan Syariah Fair.

“Tahun ini, berbagai upaya untuk akselerasi atau eskalasi keuangan syariah akan terus didorong dan salah satunya melalui pembentukan forum ini,” katanya.

Menurutnya, saat ini perkembangan industri jasa keuangan syariah belum meyakinkan. Karena itu, perlu terobosan dalam strategi dan pemikiran bersama untuk menghadapi begitu banyak tantangan industri jasa keuangan syariah, seperti pemahaman masyarakat yang terbatas, kemampuan keuangan yang tidak besar, dan sebagainya.

“Sosialisasi ke berbagai pihak masih jadi keperluan, kalau kita menghadapi business as usual, kita masih akan dalam perangkap lima persen. Jadi harus ada terobosan ke depan, sesuai dengan yang diharapkan OJK, saya rasa kita harus mengedepankan semangat berjamaah,” kata Muliaman.

Berdasarkan data per akhir Januari 2017, total aset perbankan syariah baru mencapai 5,18%, market share dari sukuk korporasi dan reksadana syariah baru mencapai 3,83% dan 4,43%. Sedangkan per akhir Desember 2016, marketshare asuransi syariah dan lembaga pembiayaan syariah masing- masing baru mencapai 3,44% dan 7,24%. (nat/dbs)

 


Back to Top