Pengabdian pada Anak Tiada Akhir, Inilah Sosok Kak Seto di Mata Orang Terdekat

gomuslim.co.id- Setiap tanggal 4 April merupakan tanggal yang spesial dan bersejarah bagi sosok perlindungan anak Indonesia, Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si atau yang lebih dikenal dengan Kak Seto. Pasalnya, tanggal 4 April 1970 adalah hari pertama Kak Seto mulai terjun di dunia anak-anak membantu kegiatan Pak Kasur dan Bu Kasur yang juga pemerhati anak.

Psikolog anak kelahiran Klaten, 28 Agustus 1951 ini kembali memperingati hari bersejarah yang titik balik dalam karir hidupnya melalui ajang “47 Tahun Pengabdian Kak Seto di Dunia Anak”. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kartini, Kementerian PPPA pada Selasa (04/04/2017) ini dihadiri sejumlah pejabat dan aktivis sosial pemerhati anak.

Kak Ning, anak dari pak Kasur, bercerita bahwa sosok Kak Seto merupakan seorang yang jujur, disiplin dan penurut. “Kak Seto ini sejak tinggal bersama keluarga kami saya kenal sebagai seorang yang penurut. Apa-apa yang dikatakan ayah saya (Pak Kasur) pasti beliau turuti. Selama 47 tahun ini Kak Seto selalu konsisten mengabdi menjadi sahabat anak Indonesia,” tuturnya.

Fachrul Muchsen yang akrab dipanggil dengan nama Kak Arul, yang selalu terlibat dalam berbagai kegiatan mendampingi Kak Seto, mengatakan dirinya ingin meneruskan semangat Kak Seto dalam menjadi sahabat anak-anak Indonesia. “Kak Seto ini pernah mengajarkan kepada saya, kalau kita jongkok lalu menyalami anak dan memberikan senyum kasih saying pada mereka, maka saat itu juga telah menjadi sahabat anak,” paparnya.

Bapak dari 3 orang anak ini menuturkan gerakan saya sahabat anak harus terus digaungkan. Bahkan, lanjut dia, kedepan semua orang dengan berbagai profesi untuk ikut serta menggerakan program ini. “Makanya kedepan kami ingin semua kalangan baik itu PGRI, Polri, aktivis sosial, dan semuanya bisa menjadi sahabat anak,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Psikolog Anak, Kak Sandra mengungkapkan perjuangan Kak Seto selama ini tidak hanya di dunia anak saja. Tetapi, kata dia, beliau juga menjadi sosok yang menginspirasi dalam dunia psikologi.

“Kak Seto ini selalu menjadi sosok yang membuat banyak orang kagum karena inspiratif. Beliau juga aktif di Himpunan Psikolog Indonesia yang terkenal sangat baik. Untuk itu, kami dari kalangan Psikolog juga bertekad untuk terus mendukung program perlindungan anak Indonesia sebagaimana yang selama ini Kak Seto dan kawan-kawan perjuangkan,” ucapnya.

Sebagai informasi, Seto Mulyadi atau Kak Seto adalah psikolog anak dan pembawa acara televisi untuk anak-anak bersama dengan Henny Purwonegoro. Ia memiliki seorang saudara kembar laki-laki bernama Kresno Mulyadi yang adalah seorang psikiater anak di Surabaya.

Seto Mulyadi adalah seorang mahasiswa psikologi Universitas Indonesia pencipta karakter Si Komo yang terkenal di awal tahun 80-an. Kala itu, stasiun televisi yang ada hanya TVRI, satu-satunya stasiun televisi yang menyuguhkan tontonan bermutu bagi anak-anak.

Berawal dari kecintaan terhadap anak-anak, ia memulai karirnya secara tidak sengaja. Mulanya pria yang akrab disapa Kak Seto ini hijrah ke Jakarta lantaran kecewa tidak diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga maupun Universitas Indonesia.

Dari kekecewaannya itu, ia memutuskan untuk pindah ke Jakarta meski tanpa bekal dan keahlian apapun. Di sana, ia memulai hidup dengan kerja serabutan sembari menunggu tes Fakultas Kedokteran tahun berikutnya.

Tidak berjodoh dengan Fakultas Kedokteran, Kak Seto lantas memutar tujuan dan masuk Fakultas Psikologi atas saran Pak Kasur yang ia kenal sejak ia menjadi asisten pemilik Taman Kanak-kanak. Namun, siapa sangka di sinilah karirnya mulai beranjak. Percaya diri dan optimis tinggi, itulah Kak Seto. Perkenalannya pada Pak Kasur dan Bu Kasurlah yang membuat namanya berkibar.

Kak Seto memborong beberapa penghargaan seperti The Outstanding Young Person of the World, Amsterdam; kategori Contribution to World Peace, dari Jaycess International pada 1987. Kecintaannya pada anak-anak jugalah yang mengantarkannya membagi kisah lewat buku yang ia tulis, Anakku, Sahabat, dan Guruku. (njs)


Back to Top