Ini Pentingnya Guru Ngaji untuk Kembangkan Lingkungan yang Agamis di Desa-Desa

gomuslim.co.id- Keberadaan guru ngaji kampung sangat penting dan berpengaruh bagi lingkungan yang agamis. Pakar Alquran Indonesia Prof. Ahsin Sakho mengatakan guru ngaji di kampung (desa-desa) perlu terus ditambah kuantitasnya.

“Di tengah kesibukkan orang tua, anak-anak membutuhkan guru mengaji di luar jam pelajaran sekolah, malah terkadang orang tua pun membutuhkan guru ngaji agar bisa membaca Alquran," terang Ahsin.

Pada umumnya, guru ngaji mengajar dengan berceramah atau mengajarkan Alquran. Namun keberadaan mereka butuh dukungan dengan bantuan insentif.  Ahsin bersyukur pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk mereka melalui pemerintah daerah. Meskipun mereka yang mendapatkan insentif hanya yang terdaftar di yayasan TKA/TPA/TQA atau Madrasah Diniyah. 

"Jika hanya mengandalkan infaq orang tua murid, terkadang sulit apalagi jika guru tersebut mengajar di daerah terpencil," ujarnya. 

Selain menciptakan lingkungan yang agamis, keberadaan guru mengaji juga penting untuk mengajar anak-anak yang memiliki waktu luang. Zaman yang dinamis dengan kemajuan teknologi turut mempengaruhi perilaku anak-anak. 

Mengaji agama baik alquran dan ilmu agama lainnya sangat penting untuk menjaga akhlak anak-anak. "Minimal dengan mengaji anak-anak kita tidka menjadi anak-anak nakal karena mengerti adab sopan santun," kata Ahsin yang juga Rektor IIQ ini.

Selain itu, Ketua IKADI, Prof. Achmad Satori Ismail juga berpendapat bahwa sumbangsih guru ngaji kampung membantu dalam melengkapi pemahaman keagaaman anak-anak selain di sekolah formal. 

"Bangsa Indonesia yang sangat luas ini terbantu dengan adanya guru ngaji di surau, langgar dan madrasah di daerah-daerah," ujarnya.

Guru ngaji kampung dikenal sebagai guru ngaji yang ikhlas tanpa imbalan. Namun alangkah baiknya mendapat dukungan dari pemerintah.  Tak sekadar mengajarkan membaca Alquran, guru ngaji pun turut menjadi contoh teladan di sebuah kampung. "Bagaimanapun juga ulama-ulama besar yang ada saat ini, mereka belajar saat anak-anak dari guru ngaji kampung," kata Achmad. 

Dari kampunglah Islam kecil kemudian berkembang besar. Guru ngaji kampung turut menjaga di sekolah tetap ada pelajaran agama Islam. Selain itu wujud dukungan pemerintah baik dengan dana insentif maupun biaya kesehatan dapat menjadi berkah terhadap pemerintah itu sendiri. Apalagi semakin hari kebutuhan guru ngaji kampung semakin meningkat.

"Banyaknya manusia yang matrealistis dan perhitungan, semakin membuthkan pengabdian guru pengajian yang ikhlas sehingga menghasilkan peserta pengajian yang mukhlis," pungkasnya. (nat/dbs/foto: ilustrasi) 

 

 

 


Back to Top