Yayasan Baitul Maal BRI Gulirkan Bantuan untuk Korban Longsor Ponorogo

gomuslim.co.id- Duka yang dialami saudara kita di Kajaran, Tangkil, Banaran, Pulung, Ponorogo, mengetuk hati kita semua. Tanah longsor melanda warga Kajaran dan mengakibatkan puluhan rumah, serta 28 jiwa dinyatakan hilang. Relawan gabungan dari berbagai organisasi masih berupaya melakukan pencarian korban. Walau dengan kondisi medan yang cukup berat.

Melihat peristiwa tersebut, Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (YBM-BRI) bergerak untuk meresponnya. Kali ini, pada Selasa (4/4), YBM-BRI memggulirkan bantuan 50 paket Survival Kits dan 300 Biskuneo. Bantuan tersebut bergulir melalui YBM-BRI kantor cabang Ponorogo.

"Terima kasih atas bantuan yang diberikan, ini sangat bermanfaat bagi kami. Lantaran kami yang ada di pengungsian ini tentu tidak dapat menyelamatkan harta benda. Bisa menyelamatkan diri saja, sudah bersyukur sekali. Semoga banyak yang perhatian seperti YBM-BRI," ucap Ruat, salah satu warga terdampak yang saat ini masih kehilangan sepuluh anggota keluarganya.

Saat ini, korban selamat dibagi dalam dua kelompok pengungsian, salah satunya berada di rumah Sarnu, selaku kepala desa setempat. Sampai saat ini proses pencarian korban masih berlangsung dan medan yang berat masih menjadi kendala.

"Alhamdulillah kami dapat hadir bersama masyarakat terdampak di sini. Sungguh luar biasa saya melihat semangat relawan di sini. Pekerjaan yang dikerjakan sesuai passion, akan mendapatkan hasil melebihi expetasi kita. Semoga sedikit bantuan ini dapat menjadi manfaat berkelanjutan dan proses pencarian warga yang hilang dapat segera ditemukan," ungkap M. Ichsan, selaku pengurus YBM-BRI kantor cabang Ponorogo, di sela penyerahan bantuan.

Sejak awal berdiri pada tahun 2001 YBM-BRI telah menjalankan program-program pemberdayaan yang menyentuh langsung ke penerima manfaat. Sesuai dengan misinya: “Meningkatkan pemanfaatan Zaka, Infaq, Shadaqah (ZIS) secara tepat guna dan berhasil guna”.

Sejalan dengan misi tersebut, maka Pondok Pesantren merupakan salah satu sasaran yang menjadi objek penyaluran. Pemilihan Pondok Pesantren sebagai pusat pemberdayaan adalah hal yang tepat sejalan dengan keberadaan pondok pesantren di kalangan akar rumput dan langsung berhubungan dengan masyarakat. Diharapkan juga,  ke depan Pondok Pesantren yang dibina dapat menjadi lebih mandiri dan lebih memberikan manfaat lebih kepada masyarakat dhuafa sekitarnya. (fau/ybmbri)


Back to Top