Gandeng LPPOM MUI dan Komunitas Imapela, Pemkot Bogor Akan Gelar Lomba Kantin Sekolah Sehat Halal 2017

gomuslim.co.id- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan menggelar “Lomba Kantin Sekolah Sehat Halal” untuk kantin-kantin sekolah tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Bogor. Acara ini dimotori oleh Dinas Ketahanan Pangan Pemkot Bogor, bekerjasama dengan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

“Acara ini dimaksudkan untuk melihat dan mengetahui potret atau kondisi kantin sekolah, terutama sekolahan tingkat SMP se-kota Bogor, apakah telah memenuhi syarat kantin sehat dan halal. Untuk aspek halalnya, kami menjalin kerjasama dengan LPPOM MUI,” tutur Ir. Tety Sovia, Kepala Bidang (Kabid) Keamanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan, Pemkot Bogor, seperti dilansir dari publikasi resmi halalmui.

Kalau ada yang memenuhi syarat dan kriteria itu, dan diimplementasikan dengan baik, tambahnya, maka kami akan mencanangkan Bogor sebagai “Pilot Proyek Percontohan Kantin Sehat dan Halal”. Hal ini sekaligus untuk mendukung serta mengimplementasikan program “Bogor Kota Halal” yang telah dirancang dan dicanangkan oleh Pemkot Bogor.

Untuk itu, LPPOM MUI bersama Dinas Ketahanan Pangan Kota Bogor akan melakukan pembinaan yang diperlukan guna mewujudkan program ini, sesuai dengan kriteria masing-masing. Yakni bahwa Bidang  Keamanan Pangan melakukan pembinaan dalam aspek kesehatan, keamanan dan gizi pangan. Sedangkan LPPOM MUI melakukan pembinaan dan proses sertifikasi halal. Sehingga kalau berhasil, dan memenuhi semua persyaratan yang ditentukan, maka bisa kita canangkan sebagai “Kantin Sekolah yang Halal dan Sehat”, yang pertama di Indonesia.

Kriteria dan Persyaratan

Adapun, di antara kriteria dan persyaratan Kantin Sehat, yang harus dipenuhi, lanjut Tety,  adalah harus memiliki bangunan tersendiri yang memang dikhususkan untuk kantin makanan atau jajanan, kondisi sanitasinya bagus dan sehat, produk-produk pangan yang disediakan dan sumber bahannya bebas dari bahan-bahan yang berbahaya dalam bentuk unsur kimia maupun biologi atau aspek higinitasnya, tidak mengandung bakteri yang berbahaya bagi kesehatan. Untuk itu akan dilakukan uji mutu atas sampel-sampel yang diambil, serta ada pengelolaan limbah yang baik.

Selain itu, lomba ini dimaksudkan untuk mendapatkan potret tentang kondisi kantin sekolah yang faktual, terutama untuk jenjang SMP, dan memberikan apresiasi kepada sekolah-sekolah yang telah memiliki kantin dan memperhatikan aspek-aspek kantin sehat yang telah disebutkan. Dengan adanya kantin sekolah yang terjamin mutunya, tentu akan dapat menyelamatkan anak didik dan civitas sekolah, serta terhindar dari jajanan yang tidak jelas aspek keamanan pangan, kesehatan maupun kehalalannya.

Sementara, Lia Amalia, Kepala Bidang Sosialisasi dan Promosi Halal LPPOM MUI, menjelaskan, sebelum ini, program-program dari Dinas Ketahanan Pangan Pemkot Bogor jarang memasukkan aspek halal.

“Maka kami berinisiasi untuk memasukkan aspek halal yang sangat penting bagi kita sebagai umat Islam. Sebab, yang kita butuhkan bukan hanya aspek thoyyib saja, dalam pengertian keamanan dan kesehatan pangan. Tetapi juga aspek halal sebagai bagian dari tuntunan agama kita. Maka kami menjalin kerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kota Bogor untuk sama-sama berusaha memasukkan unsur halal ini dalam perlombaan Kantin Sekolah, yang sebelumnya hanya dengan penilaian aspek sehat, maka kini menjadi Lomba Kantin Sekolah Sehat dan Halal, “ jelas Lia.

Dengan demikian, lanjut Lia, LPPOM MUI dapat melakukan sosialisasi sekaligus pembinaan tentang aspek yang sangat penting ini ke kantin-kantin sekolah, terutama dalam program ini adalah untuk jenjang SMP yang ada di kota Bogor.

Melalui program ini, ia menambahkan, upaya sosialisasi dan pembinaan halal ini dilakukan kepada para guru, pembina, anak-anak didik, dan para pedagang atau pemasok makanan jajajan ke kantin sekolah.

Melibatkan Imapela

“Dalam proses pembinaan ini, kami di LPPOM MUI juga akan melibatkan Imapela (Ikatan Mahasiswa Peduli Halal) untuk turut mendata dan melakukan penyuluhan kepada para pemasok makanan jajajan, dan menginvetarisasi bahan-bahan yang mereka pergunakan,” tambahnya.

Ke depannya, hal ini sebagai langkah persiapan implementasi Undang-Undang Jaminan Produk Halal (UU JPH) yang mewajibkan produk halal, termasuk untuk kantin-kantin sekolah. (fau/halalmui/foto: ilustrasi)

 


Back to Top