Menag Resmikan Tiga Wisma Baru Asrama Haji di Makassar

gomuslim.co.id- Keberadaan Asrama Haji menjadi penting untuk calon jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci. Bangunan yang menyediakan berbagai fasilitas penginapan itu kini sudah ada di beberapa kota di Indonesia. Terbaru,  Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan tiga wisma baru di kompleks Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (05/04/2017).

Tiga wisma yang diresmikan yakni Wisma Raudah sebanyak 104 kamar, Zam-zam 60 kamar dan Bir Ali 48 kamar. Selain kamar yang representatif dan berpendingin dengan kapasitas 4 orang, toilet yang bersih, serta ruang makan yang besar, Asrama Haji Sudiang juga dilengkapi dengan Maket (MockUp) Pesawat Terbang Boeing 777.

Keberadaan maket ini diharapkan dapat menjadi tambahan fasilitas jemaah haji Indonesia untuk lebih memahami sarana transportasi mereka saat berangkat haji. Menurut Direktur Pengelolaan Dana Haji Ramadhan Kharisman, maket pesawat terbang itu dibuat hasil kerjasama dengan Forum Bank Penerima Setoran (BPS) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

Dia berharap keberadaan maket itu bisa menjadi nilai tambah layanan untuk jemaah haji. Sebab, asrama haji tidak hanya memberikan fasilitas untuk manasik haji tetapi juga menyediakan mock up pesawat terbang.

"Harapannya, ini dapat digunakan sebagai bahan edukasi untuk jemaah sehingga jemaah terbiasa pada saat berada di pesawat terbang karena perjalanan ke tanah suci membutuhkan waktu yang cukup lama," ujarnya.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Abdul Djamil mengatakan bahwa transformasi asrama haji dilakukan dengan niat agar seluruh jemaah dapat merasakan pelayanan yang nyaman selama berada di Asrama haji.

"Jadi fungsi asrama haji adalah tempat menunggu para jemaah sebelum jadwalnya brangkat ke tanah suci dan fasilitas di asrama sudah kita sesuaikan setara dengan hotel bintang 3," jelasnya.

Sementara itu, Menag dalam sambutannya mengatakan bahwa Kementerian Agama sejak 2014 berupaya agar seluruh asrama haji bisa diremajakan. "Sebagian besar asrama haji kita dibangun tahun 80-an, bahkan ada yang tahun 70-an. Memang kondisinya sudah butuh peremajaan," katanya.

Menurut Lukman, persepsi tentang asrama haji tak boleh lagi seperti dulu. Di mana asrama haji identik dengan tempat tinggal yang biasa. "Asrama haji sekarang minimal memiliki pendingin udara, televisi, dan maksimal ditempati empat orang jamaah," tambahnya.

Ia berpesan agar asrama haji yang dibangun dapat dirawat dengan baik demi kenyamanan jamaah haji. "Setelah kita mendapatkan bangunan fisik lebih baik, tanggung jawab kita baru dimulai untuk merawat dan mengembangkan asrama haji ini. Kita tak boleh lagi hanya membangun tapi tak dapat memelihara," ungkapnya.

Sebagai informasi, tampilan bangunan tiga wisma yang anggarannya mencapai Rp87 miliar itu mirip dengan Istana Schonbrunn di Wina, Austria. Tampak megah, mirip hotel berbintang, lengkap dengan fasilitas mewahnya. (njs/kemenag/dbs)

 


Back to Top