Luncurkan Program E-Eksis, Yayasan Al Azhar dan Bank Indonesia Dukung Kemajuan Ekonomi dan Keuangan Syariah

gomuslim.co.id- Yayasan Pesantren Islam Al Azhar bekerjasama dengan Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia meluncurkan program nasional bertajuk edukasi ekonomi dan keuangan syariah untuk Indonesia (E-Eksis). Hadirnya program ini diharapkan dapat mendukung kemajuan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Ketua Umum YPI Al Azhar, Muhammad Suhadi mengatakan program sinergi antar dua lembaga ini dalam pelaksanaannya akan melibatkan Laznas (lembaga zakat nasional) Al Azhar sebagai mitra akselerasi dana kebajikan. Selain itu, program community empowerment ini juga akan menginisiasi penyediaan Al Azhar Centre of Literacy Syariah (AACLS).

"Kami senantiasa mendukung kemajuan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Melalui program ini Al Azhar secara komprehensif akan menggunakan seluruh komunitas, aset, dan jejaring Al Azhar yang tersebar dipuluhan provinsi," kata Suhadi di Aula Arifin Panigoro lantai 3 Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta, Kamis (06/04/2017).

Lebih lanjut, Suhadi menuturkan melalui ratusan sekolah dan masjid, Al Azhar juga akan mendukung sosialisasi, edukasi, dan literasi program E-eksis secara terarah dan berkesinambungan dalam kurikulum sekolah dan universitas.

“Termasuk konten ceramah di mimbar masjid, konten kursus serta pengajian rutin, materi pemberdayaan ekonomi bagi para mustahik, serta konten peningkatan kapasitas keilmuan komunitas pemuda masjid Al Azhar,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Misbahul Munir, seorang pendamping Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Laznas Al Azhar mengungkapkan budidaya jamur tiram di desa Cogreg, Parung, Bogor, kini semakin berkembang setelah mendapat pemberdayaan dari Laznas Al Azhar. Meski baru menyebar di wilayah Jabodetabek namun hasil dari budidaya jamur tiram diantaranya berupa kripik jamur tiram, mampu menyejahterakan masyarakat dan komunitas pondok pesantren di wilayah itu. 

Program pemberdayaan ekonomi masyarakat ini dianggap berhasil memperbaiki taraf hidup warga setempat dan menekan minat warga desa untuk mencari pekerjaan di kota. "Budidaya jamur tiram ini menjadi penguat ekonomi warga setempat, selain mendapat binaan dari Laznas juga bekerjasama dengan mahasiswa Bioteknologi dari kampus Al Azhar," katanya.

Selain di Desa Cagreg, pemberdayaan ekonomi Laznas Al Azhar juga sukses membantu petani kopi di Desa Gemilang, Bukit barisan, Sumatra Selatan. Dengan merek produk Swarnadwipa Coffee, hasil dari kopi tersebut digunakan warga untuk dana pendidikan dan menunaikan ibadah haji.

Dua produk berupa jamur tiram dan kopi Swarnadwipa yang dipamerkan dalam acara tersebut mendapat perhatian pengunjung yang langsung mencicipnya. Meski demikian, diakui Misbahul, program pemberdayaan masyarakat dari Laznas Al Azhar tidak selalu berjalan mulus.

Dia mencontohkan ada juga program pemberdayaan dari Laznas yang berjalan mandek seperti yang terjadi di Depok, Jawa barat. Menurutnya, keberhasilan program ini tergantung dari semangat masyarakat setempat. Misbah memberi contoh bahwa budidaya jamur tiram tidaklah mudah dan risiko kegagalannya cukup tinggi yakni sekitar 50 persen. Namun masyarakat lokal cukup telaten dalam melakukan penanaman dan pembibitan jamur.

Sedangkan saat disinggung belum adanya label halal dalam kemasan produk mereka, dia menjawab hal itu akan dilakukan. "Kita ada ikhtiar ke sana, meski kami rasa produk ini sudah halal karena dari proses penanaman hingga produksi melalui cara-cara yang thayyib," tandasnya. (njs/dbs) 


Back to Top